<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
		>
<channel>
	<title>Komentar di: Kurikulum Idiot</title>
	<atom:link href="http://anick.wordpress.com/2006/11/13/kurikulum-idiot/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://anick.wordpress.com/2006/11/13/kurikulum-idiot/</link>
	<description>Go Blog Wasaiblog</description>
	<lastBuildDate>Fri, 13 Nov 2009 12:48:05 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>Oleh: josephwhite</title>
		<link>http://anick.wordpress.com/2006/11/13/kurikulum-idiot/#comment-38204</link>
		<dc:creator>josephwhite</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 05 Mar 2009 14:45:59 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://anick.wordpress.com/2006/11/13/kurikulum-idiot/#comment-38204</guid>
		<description>setuju sama mbak tanti. 

saya juga ngerasa kurikulum kita lebih berat daripada kurikulum luar, cuz  kurikulum kita lebih orientasi kuantitatif, while kurikulum LN orientasinya kualitatif. kurikulum kita juga mewajibkan untuk menghapal rumus dan menggunakan teknik menghitung tanpa menggunakan kalkulator...

tapi kurikulum luar lebih fokus ke konsep dan soalnya lebih memainkan logika kita...contohnya soal2 ujian A Level dan IB (bisa didownload di www.freeexampapers.com-sekalian promosi :p :p)

makannya-maaf ya-dari CBSA mpe KTSP menghasilkan para kalkulator2 dan kumpulan rumus berjalan. bzzz.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>setuju sama mbak tanti. </p>
<p>saya juga ngerasa kurikulum kita lebih berat daripada kurikulum luar, cuz  kurikulum kita lebih orientasi kuantitatif, while kurikulum LN orientasinya kualitatif. kurikulum kita juga mewajibkan untuk menghapal rumus dan menggunakan teknik menghitung tanpa menggunakan kalkulator&#8230;</p>
<p>tapi kurikulum luar lebih fokus ke konsep dan soalnya lebih memainkan logika kita&#8230;contohnya soal2 ujian A Level dan IB (bisa didownload di <a href="http://www.freeexampapers.com-sekalian" rel="nofollow">http://www.freeexampapers.com-sekalian</a> promosi :p :p)</p>
<p>makannya-maaf ya-dari CBSA mpe KTSP menghasilkan para kalkulator2 dan kumpulan rumus berjalan. bzzz.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Tanti Suprpato</title>
		<link>http://anick.wordpress.com/2006/11/13/kurikulum-idiot/#comment-38043</link>
		<dc:creator>Tanti Suprpato</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 02 Mar 2009 23:30:09 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://anick.wordpress.com/2006/11/13/kurikulum-idiot/#comment-38043</guid>
		<description>Karena anak Deplu, sejak kecil saya sudah merasakan sekolah dibeberapa negara. Pengalaman saya, justru dibidang hitung-hitungan, anak Indonesia kedua lebih jago setelah China, dari pada anak bule (in my case Perancis dan Jerman). Saya bandingkan pelajaran di Indonesia membahas jauh dalam satu materi, tanpa mengerti untuk apa aplikasinya dalam kehidupan. Mungkin karena itu belajar di Indonesia jadi tidak menyenangkan.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Karena anak Deplu, sejak kecil saya sudah merasakan sekolah dibeberapa negara. Pengalaman saya, justru dibidang hitung-hitungan, anak Indonesia kedua lebih jago setelah China, dari pada anak bule (in my case Perancis dan Jerman). Saya bandingkan pelajaran di Indonesia membahas jauh dalam satu materi, tanpa mengerti untuk apa aplikasinya dalam kehidupan. Mungkin karena itu belajar di Indonesia jadi tidak menyenangkan.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: may</title>
		<link>http://anick.wordpress.com/2006/11/13/kurikulum-idiot/#comment-1144</link>
		<dc:creator>may</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 28 Apr 2007 01:38:48 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://anick.wordpress.com/2006/11/13/kurikulum-idiot/#comment-1144</guid>
		<description>memang bangsa kita tidak lebih baik dari bangsa lain, tapi saya lebih setuju kalo kita memberikan yang terbaik atau membangun bangsa ini. daripada terus mencemooh..........

toh bangsa ini merosot juga karena orang2 didalamnya.........

nah,untuk depdiknas tolong lakukan yang terbaik bagi bangsa ini..........
kalian yang banyak mengatur kurikulum di indonesia.............
bagaimana kalau bangsa lain juga mencemooh kita sebagai bangsa yang idiot???????????????????</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>memang bangsa kita tidak lebih baik dari bangsa lain, tapi saya lebih setuju kalo kita memberikan yang terbaik atau membangun bangsa ini. daripada terus mencemooh&#8230;&#8230;&#8230;.</p>
<p>toh bangsa ini merosot juga karena orang2 didalamnya&#8230;&#8230;&#8230;</p>
<p>nah,untuk depdiknas tolong lakukan yang terbaik bagi bangsa ini&#8230;&#8230;&#8230;.<br />
kalian yang banyak mengatur kurikulum di indonesia&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;.<br />
bagaimana kalau bangsa lain juga mencemooh kita sebagai bangsa yang idiot???????????????????</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: anick</title>
		<link>http://anick.wordpress.com/2006/11/13/kurikulum-idiot/#comment-931</link>
		<dc:creator>anick</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 02 Apr 2007 14:55:48 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://anick.wordpress.com/2006/11/13/kurikulum-idiot/#comment-931</guid>
		<description>@ Ussy

Saya juga jurusan bahasa tuh. Bangga aja sih...
Kebanyakan sekolah Catholic dan Christian memandang penting jurusan bahasa, karena ilmu pengetahuan di Univrsitas dianggap sebagai alat, dan bahasa adalah alat yang penting untuk step pengetahuan berikutnya.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@ Ussy</p>
<p>Saya juga jurusan bahasa tuh. Bangga aja sih&#8230;<br />
Kebanyakan sekolah Catholic dan Christian memandang penting jurusan bahasa, karena ilmu pengetahuan di Univrsitas dianggap sebagai alat, dan bahasa adalah alat yang penting untuk step pengetahuan berikutnya.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: ziz</title>
		<link>http://anick.wordpress.com/2006/11/13/kurikulum-idiot/#comment-920</link>
		<dc:creator>ziz</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 02 Apr 2007 06:12:51 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://anick.wordpress.com/2006/11/13/kurikulum-idiot/#comment-920</guid>
		<description>Kurikulum terus berganti gak masalah, yang penting kesejahteraan pelaksana kurikulum juga naik dong. Jangan hanya bisa gonta-ganti, obok-obok aturan tapi nasib guru dicuekin.Sekolah Ursula emang bagus, tapi tanya dong guru-gurunya, bahagia gak mereka di sana ? Jangan hanya tuntut mereka untuk memajukan sekolah tapi kesejahteraannya dipandang sebelah mata. Banyak tuh teman-teman dari Ursula yang suka ngeluh soal kesejahteraan. Kacian...deh !</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Kurikulum terus berganti gak masalah, yang penting kesejahteraan pelaksana kurikulum juga naik dong. Jangan hanya bisa gonta-ganti, obok-obok aturan tapi nasib guru dicuekin.Sekolah Ursula emang bagus, tapi tanya dong guru-gurunya, bahagia gak mereka di sana ? Jangan hanya tuntut mereka untuk memajukan sekolah tapi kesejahteraannya dipandang sebelah mata. Banyak tuh teman-teman dari Ursula yang suka ngeluh soal kesejahteraan. Kacian&#8230;deh !</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: kyai mbetik</title>
		<link>http://anick.wordpress.com/2006/11/13/kurikulum-idiot/#comment-906</link>
		<dc:creator>kyai mbetik</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 01 Apr 2007 13:59:13 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://anick.wordpress.com/2006/11/13/kurikulum-idiot/#comment-906</guid>
		<description>kalau saya punya anak ntar akan saya masukkan kepondok pesantren yang super salaf (tradisionalis) yang asramanya hanya dari gubuk bambu (angkring),sekaligus tempat untuk anak saya tirakat guna mendapatkan ilmu ladunni seperti Gus Dur.yang penting untuk mencintakan anak yang cerdas bukan kurikulum dan tetek bengeknya tapi minat dan kesadaran anak itu sendiri utk belajar dan pemberian makan yang halal serta do&#039;an dan support dari orang tuanya.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>kalau saya punya anak ntar akan saya masukkan kepondok pesantren yang super salaf (tradisionalis) yang asramanya hanya dari gubuk bambu (angkring),sekaligus tempat untuk anak saya tirakat guna mendapatkan ilmu ladunni seperti Gus Dur.yang penting untuk mencintakan anak yang cerdas bukan kurikulum dan tetek bengeknya tapi minat dan kesadaran anak itu sendiri utk belajar dan pemberian makan yang halal serta do&#8217;an dan support dari orang tuanya.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: ussy</title>
		<link>http://anick.wordpress.com/2006/11/13/kurikulum-idiot/#comment-830</link>
		<dc:creator>ussy</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 14 Mar 2007 12:26:25 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://anick.wordpress.com/2006/11/13/kurikulum-idiot/#comment-830</guid>
		<description>aww.

hmm, maish ada yg baca nggak ya?
haLo??
hehe, umm, gini nih, di luar negeri tuh jurusan bahasa dihargai nggak sih sebenarnya? cause, kadang2 saya ,merasa aneh  dengan pilihan saya, tapi juga bangga dengan jurusan bahasa. Tapi takut kalo prospeknya nggak bagus.
gimana ya?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>aww.</p>
<p>hmm, maish ada yg baca nggak ya?<br />
haLo??<br />
hehe, umm, gini nih, di luar negeri tuh jurusan bahasa dihargai nggak sih sebenarnya? cause, kadang2 saya ,merasa aneh  dengan pilihan saya, tapi juga bangga dengan jurusan bahasa. Tapi takut kalo prospeknya nggak bagus.<br />
gimana ya?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: zhobretz</title>
		<link>http://anick.wordpress.com/2006/11/13/kurikulum-idiot/#comment-829</link>
		<dc:creator>zhobretz</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 14 Mar 2007 07:05:22 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://anick.wordpress.com/2006/11/13/kurikulum-idiot/#comment-829</guid>
		<description>lagi2 whuashu....</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>lagi2 whuashu&#8230;.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: puti</title>
		<link>http://anick.wordpress.com/2006/11/13/kurikulum-idiot/#comment-807</link>
		<dc:creator>puti</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 07 Mar 2007 04:38:25 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://anick.wordpress.com/2006/11/13/kurikulum-idiot/#comment-807</guid>
		<description>&quot; 3 SMU kita sama dengan matematika kelas 2 SD di Belanda&quot;

Kayaknya faktanya salah dhe... Kurikulum matematik SMU kita setingkat dengan Kalkulus di Universitas (termasuk universitas di dunia).

PS: Santa Ursula memang sekolah yang kualitas pendidikannya bagus. Anak-anak yang masuk pun sudah unggulan. Wong masuknya aja susah. Saya rasa banyak sekolah bahkan di luar negreri yang kalah dengan santa ursula. JAdi santa ursula gak bisa jadi perbandingan. Wong di Jakarta sekolah tersebut salah satu sekolah terbaik.

Buat apa belajar sesuatu yang tingkat kesulitannya tinggi kalau dasarnya gak ngerti. gak ada gunanya tuh. Jauh lebih penting ningkatin kualitas guru, daripada memaksakan kurikulum yang terlalu sulit.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>&#8221; 3 SMU kita sama dengan matematika kelas 2 SD di Belanda&#8221;</p>
<p>Kayaknya faktanya salah dhe&#8230; Kurikulum matematik SMU kita setingkat dengan Kalkulus di Universitas (termasuk universitas di dunia).</p>
<p>PS: Santa Ursula memang sekolah yang kualitas pendidikannya bagus. Anak-anak yang masuk pun sudah unggulan. Wong masuknya aja susah. Saya rasa banyak sekolah bahkan di luar negreri yang kalah dengan santa ursula. JAdi santa ursula gak bisa jadi perbandingan. Wong di Jakarta sekolah tersebut salah satu sekolah terbaik.</p>
<p>Buat apa belajar sesuatu yang tingkat kesulitannya tinggi kalau dasarnya gak ngerti. gak ada gunanya tuh. Jauh lebih penting ningkatin kualitas guru, daripada memaksakan kurikulum yang terlalu sulit.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: helgeduelbek</title>
		<link>http://anick.wordpress.com/2006/11/13/kurikulum-idiot/#comment-107</link>
		<dc:creator>helgeduelbek</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 01 Dec 2006 22:41:37 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://anick.wordpress.com/2006/11/13/kurikulum-idiot/#comment-107</guid>
		<description>Diknas pusat khan ibaratnya Nggiring kambing yang penting bisa masuk kandang (tujuan), lah oleh bawahannya (kanwil/kadep) kambing-kambing itu di kekang diseret2 entah kemana (mungkin gak tahu dimana kandangnya. Dengan harapan mungkin bisa sambil meres susunya agar bisa dinikmati sepuas-puasnya, bahkan kalau perlu kambing itu disembelih, akhirnya kambing2 itu tidak pernah sampai dikandangnya.
Gimana kang?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Diknas pusat khan ibaratnya Nggiring kambing yang penting bisa masuk kandang (tujuan), lah oleh bawahannya (kanwil/kadep) kambing-kambing itu di kekang diseret2 entah kemana (mungkin gak tahu dimana kandangnya. Dengan harapan mungkin bisa sambil meres susunya agar bisa dinikmati sepuas-puasnya, bahkan kalau perlu kambing itu disembelih, akhirnya kambing2 itu tidak pernah sampai dikandangnya.<br />
Gimana kang?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
