<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
		>
<channel>
	<title>Komentar di: Kolom Agama; essay version</title>
	<atom:link href="http://anick.wordpress.com/2007/01/05/kolom-agama-essay-version/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://anick.wordpress.com/2007/01/05/kolom-agama-essay-version/</link>
	<description>Go Blog Wasaiblog</description>
	<lastBuildDate>Fri, 25 Dec 2009 04:44:13 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>Oleh: Seandainya Saya Seorang Penghayat Kepercayaan &#171; Ngangsu Kawruh</title>
		<link>http://anick.wordpress.com/2007/01/05/kolom-agama-essay-version/#comment-41489</link>
		<dc:creator>Seandainya Saya Seorang Penghayat Kepercayaan &#171; Ngangsu Kawruh</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 07 Apr 2009 12:51:46 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://anick.wordpress.com/2007/01/05/kolom-agama-essay-version/#comment-41489</guid>
		<description>[...] terkait: Kolom Agama     [...]</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>[...] terkait: Kolom Agama     [...]</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Modest</title>
		<link>http://anick.wordpress.com/2007/01/05/kolom-agama-essay-version/#comment-6754</link>
		<dc:creator>Modest</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 24 Nov 2007 23:51:28 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://anick.wordpress.com/2007/01/05/kolom-agama-essay-version/#comment-6754</guid>
		<description>Anick,
Sayang sekali ya..., ternyata tidak semua orang bisa mengerti analisamu yang menurut saya tak terlalu sulit untuk dimengerti. Keep going... 
Will write a longer comment when I have enough time. 
All the best for you all, dan mari hidup rukun di negara tercinta...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Anick,<br />
Sayang sekali ya&#8230;, ternyata tidak semua orang bisa mengerti analisamu yang menurut saya tak terlalu sulit untuk dimengerti. Keep going&#8230;<br />
Will write a longer comment when I have enough time.<br />
All the best for you all, dan mari hidup rukun di negara tercinta&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: renja</title>
		<link>http://anick.wordpress.com/2007/01/05/kolom-agama-essay-version/#comment-773</link>
		<dc:creator>renja</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 27 Feb 2007 04:05:03 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://anick.wordpress.com/2007/01/05/kolom-agama-essay-version/#comment-773</guid>
		<description>kenapa semua harus terjadi

indonesia kenapa harus ada konflik</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>kenapa semua harus terjadi</p>
<p>indonesia kenapa harus ada konflik</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: renja</title>
		<link>http://anick.wordpress.com/2007/01/05/kolom-agama-essay-version/#comment-772</link>
		<dc:creator>renja</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 27 Feb 2007 04:03:07 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://anick.wordpress.com/2007/01/05/kolom-agama-essay-version/#comment-772</guid>
		<description>kenapa semua harus terjadi</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>kenapa semua harus terjadi</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Anggara</title>
		<link>http://anick.wordpress.com/2007/01/05/kolom-agama-essay-version/#comment-514</link>
		<dc:creator>Anggara</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 22 Jan 2007 07:36:07 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://anick.wordpress.com/2007/01/05/kolom-agama-essay-version/#comment-514</guid>
		<description>perdebatan agama/kepercayaan ini sudah lama di Indonesia, tapi nampaknya belum banyak orang memberikan tempat bagi kelompok kepercayaan</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>perdebatan agama/kepercayaan ini sudah lama di Indonesia, tapi nampaknya belum banyak orang memberikan tempat bagi kelompok kepercayaan</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: passya</title>
		<link>http://anick.wordpress.com/2007/01/05/kolom-agama-essay-version/#comment-355</link>
		<dc:creator>passya</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 08 Jan 2007 13:05:05 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://anick.wordpress.com/2007/01/05/kolom-agama-essay-version/#comment-355</guid>
		<description>intinya...
apapun penyebab kerusuhan itu..kerusuhan harus ditiadakan dari bumi, that&#039;s all!

anda juga pasti tidak setuju klo orang mau poligami pake ayat2 segala...

&lt;blockquote&gt;Rumusannya kemudian saat itu adalah: “Jika Anda non-Islam, ‘keturunan’, maka Anda layak menjadi korban’. Anda pikir, kenapa kemudian orang-orang di Jakarta saat itu menggelar sajadah, baju koko, peci haji, di depan rumahnya, sebagai pernyataan bahwa mereka adalah muslim? Anda pikir, kenapa banyak pamflet dan plang dadakan bertuliskan: “Muslim Pribumi” saat itu?&lt;/blockquote&gt;
pikiran Anda sungguh naif. silahkan belajar sedikit tentang intelijen... bagaimana taktik tikus menjerat kucing...

dan bicara data...saya bukannya pesimis, tapi kenyataannya banyak data yg dimanipulasi.
Pada saat kerusuhan mei 98 saya ada di Jakarta, silahkan cari data yg lebih berimbang!

thanx eniwei :)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>intinya&#8230;<br />
apapun penyebab kerusuhan itu..kerusuhan harus ditiadakan dari bumi, that&#8217;s all!</p>
<p>anda juga pasti tidak setuju klo orang mau poligami pake ayat2 segala&#8230;</p>
<blockquote><p>Rumusannya kemudian saat itu adalah: “Jika Anda non-Islam, ‘keturunan’, maka Anda layak menjadi korban’. Anda pikir, kenapa kemudian orang-orang di Jakarta saat itu menggelar sajadah, baju koko, peci haji, di depan rumahnya, sebagai pernyataan bahwa mereka adalah muslim? Anda pikir, kenapa banyak pamflet dan plang dadakan bertuliskan: “Muslim Pribumi” saat itu?</p></blockquote>
<p>pikiran Anda sungguh naif. silahkan belajar sedikit tentang intelijen&#8230; bagaimana taktik tikus menjerat kucing&#8230;</p>
<p>dan bicara data&#8230;saya bukannya pesimis, tapi kenyataannya banyak data yg dimanipulasi.<br />
Pada saat kerusuhan mei 98 saya ada di Jakarta, silahkan cari data yg lebih berimbang!</p>
<p>thanx eniwei <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: anick</title>
		<link>http://anick.wordpress.com/2007/01/05/kolom-agama-essay-version/#comment-354</link>
		<dc:creator>anick</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 08 Jan 2007 11:48:36 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://anick.wordpress.com/2007/01/05/kolom-agama-essay-version/#comment-354</guid>
		<description>&lt;i&gt;Fakta atau paranoia?&lt;/i&gt;

- Anda bisa cek beberapa penelitian mendalam tentang konflik Poso. Logikanya, jika yang berkonflik adalah sesama suku dan warna kulit, apa yang kemudian membedakan mereka? Jawabnya: agama. Bagaimana cara mengetahui agama seseorang yang lewat di depan kita? KTP. (Cat. Saya termasuk orang yang tak percaya bahwa konflik Poso dan Ambon sejak dari awal adalah konflik agama).

- Untuk kasus kerusuhan Jakarta (Mei 98, Pam Swakarsa), saya mendapatkan fakta itu juga dari beberapa sumber:
&gt; Laporan Jaringan Relawan Kemanusiaan pimpinan Romo Sandy
&gt; Beberapa saksi mata yang sempat saya temui.

Rumusannya kemudian saat itu adalah: &quot;Jika Anda non-Islam, &#039;keturunan&#039;, maka Anda layak menjadi korban&#039;. Anda pikir, kenapa kemudian orang-orang di Jakarta saat itu menggelar sajadah, baju koko, peci haji, di depan rumahnya, sebagai pernyataan bahwa mereka adalah muslim? Anda pikir, kenapa banyak pamflet dan plang dadakan bertuliskan: &quot;Muslim Pribumi&quot; saat itu?


&lt;i&gt;penyebab utamanya adalah &lt;b&gt;kerusuhan &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;
Anda sedang merumuskan penyebab utama dari apa? Pembantaian itu? 
Lantas apa penyebab utama kerusuhan itu?
Apa penyebab utama dari penyebab utama kerusuhan itu?

Jika Anda menggunakan logika berpikir linear seperti itu, ujungnya adalah: penyebab utamanya adalah &lt;b&gt;adanya manusia itu sendiri.&lt;/b&gt;

Lalu, jika benar bahwa penyebab utama kasus ini adalah kerusuhan itu (ini berarti kita berasumsi bahwa jika ada kerusuhan, akan ada pembunuhan atas dasar KTP. Jika tidak ada kerusuhan, maka pembunuhan atas dasar KTP itu tidak ada), dan kita sudah sepakat dengan itu misalnya, siapakah yang bisa menjamin tidak akan ada kerusuhan di bumi Indonesia?

Lalu, jika saya menggugat kolom agama itu dalam kaitannya dengan kerusuhan, itu berarti saya tak berpikir tentang &lt;b&gt;kerusuhan itu sendiri&lt;/b&gt;? Atau, jika kita sudah berpikir tentang &lt;b&gt;penyebab utama&lt;/b&gt; itu, kita tak perlu berpikir lagi tentang yang Anda sebut sebagai friksi-friksi itu?

Saya tidak mau gegabah menuduh Anda tak berempati terhadap korban. Tapi jika misalnya pandangan Anda diteruskan, orang akan jadi apatis:
=&gt;Penyebab utama pembunuhan itu adalah kerusuhan =&gt;Penyebab utama kerusuhan adalah politisasi agama dan ras. 
=&gt;Karena saya bukan politisi dan tak mungkin terlibat mengutak-atik soal politisasi itu, maka saya akan diam saja melihat fenomena itu. Karena buat apa pula saya &lt;b&gt;sibuk utak-atik ‘friksi-friksi’-nya, lebih baik membasmi penyebab utamanya.&lt;/b&gt;

Nah, &lt;b&gt;jika semua asumsi saya di atas benar&lt;/b&gt;, dan pemerintah sebagai pengayom masyarakat mengambil kebijakan meniadakan kolom agama dalam KTP, bukankah itu &lt;b&gt;meminimalisir korban &lt;/b&gt;di masa yang akan datang?  

...
Jika orang dibantai &lt;b&gt;hanya karena ia memiliki penis&lt;/b&gt; (bukan &lt;b&gt;dengan memeriksa penis-nya&lt;/b&gt; seperti yang Anda bilang), maka saya akan membahas itu lagi.

Oke?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p><i>Fakta atau paranoia?</i></p>
<p>- Anda bisa cek beberapa penelitian mendalam tentang konflik Poso. Logikanya, jika yang berkonflik adalah sesama suku dan warna kulit, apa yang kemudian membedakan mereka? Jawabnya: agama. Bagaimana cara mengetahui agama seseorang yang lewat di depan kita? KTP. (Cat. Saya termasuk orang yang tak percaya bahwa konflik Poso dan Ambon sejak dari awal adalah konflik agama).</p>
<p>- Untuk kasus kerusuhan Jakarta (Mei 98, Pam Swakarsa), saya mendapatkan fakta itu juga dari beberapa sumber:<br />
&gt; Laporan Jaringan Relawan Kemanusiaan pimpinan Romo Sandy<br />
&gt; Beberapa saksi mata yang sempat saya temui.</p>
<p>Rumusannya kemudian saat itu adalah: &#8220;Jika Anda non-Islam, &#8216;keturunan&#8217;, maka Anda layak menjadi korban&#8217;. Anda pikir, kenapa kemudian orang-orang di Jakarta saat itu menggelar sajadah, baju koko, peci haji, di depan rumahnya, sebagai pernyataan bahwa mereka adalah muslim? Anda pikir, kenapa banyak pamflet dan plang dadakan bertuliskan: &#8220;Muslim Pribumi&#8221; saat itu?</p>
<p><i>penyebab utamanya adalah <b>kerusuhan </b></i><br />
Anda sedang merumuskan penyebab utama dari apa? Pembantaian itu?<br />
Lantas apa penyebab utama kerusuhan itu?<br />
Apa penyebab utama dari penyebab utama kerusuhan itu?</p>
<p>Jika Anda menggunakan logika berpikir linear seperti itu, ujungnya adalah: penyebab utamanya adalah <b>adanya manusia itu sendiri.</b></p>
<p>Lalu, jika benar bahwa penyebab utama kasus ini adalah kerusuhan itu (ini berarti kita berasumsi bahwa jika ada kerusuhan, akan ada pembunuhan atas dasar KTP. Jika tidak ada kerusuhan, maka pembunuhan atas dasar KTP itu tidak ada), dan kita sudah sepakat dengan itu misalnya, siapakah yang bisa menjamin tidak akan ada kerusuhan di bumi Indonesia?</p>
<p>Lalu, jika saya menggugat kolom agama itu dalam kaitannya dengan kerusuhan, itu berarti saya tak berpikir tentang <b>kerusuhan itu sendiri</b>? Atau, jika kita sudah berpikir tentang <b>penyebab utama</b> itu, kita tak perlu berpikir lagi tentang yang Anda sebut sebagai friksi-friksi itu?</p>
<p>Saya tidak mau gegabah menuduh Anda tak berempati terhadap korban. Tapi jika misalnya pandangan Anda diteruskan, orang akan jadi apatis:<br />
=&gt;Penyebab utama pembunuhan itu adalah kerusuhan =&gt;Penyebab utama kerusuhan adalah politisasi agama dan ras.<br />
=&gt;Karena saya bukan politisi dan tak mungkin terlibat mengutak-atik soal politisasi itu, maka saya akan diam saja melihat fenomena itu. Karena buat apa pula saya <b>sibuk utak-atik ‘friksi-friksi’-nya, lebih baik membasmi penyebab utamanya.</b></p>
<p>Nah, <b>jika semua asumsi saya di atas benar</b>, dan pemerintah sebagai pengayom masyarakat mengambil kebijakan meniadakan kolom agama dalam KTP, bukankah itu <b>meminimalisir korban </b>di masa yang akan datang?  </p>
<p>&#8230;<br />
Jika orang dibantai <b>hanya karena ia memiliki penis</b> (bukan <b>dengan memeriksa penis-nya</b> seperti yang Anda bilang), maka saya akan membahas itu lagi.</p>
<p>Oke?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: passya</title>
		<link>http://anick.wordpress.com/2007/01/05/kolom-agama-essay-version/#comment-353</link>
		<dc:creator>passya</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 08 Jan 2007 10:00:34 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://anick.wordpress.com/2007/01/05/kolom-agama-essay-version/#comment-353</guid>
		<description>be focus...
&quot;mereka yang disiksa dan dibunuh berdasar agama yang tercantum dalam kolom KTP mereka...&quot;
kalimat ini yg saya anggap berlebihan, begitu berbahaya-nya kah kolom KTP itu?? apakah itu fakta atau paranoia?? silahkan jelaskan bukan dengan opini!

penyebab utamanya adalah &lt;b&gt;kerusuhan&lt;/b&gt;, dan  orang dibantai berdasarkan KTP adalah friksi yg di-blow up berlebihan.

fakta di lapangan orang dibantai dgn memeriksa penis-nya...menurut Anda, perlu penyeragaman dalam hal ini???</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>be focus&#8230;<br />
&#8220;mereka yang disiksa dan dibunuh berdasar agama yang tercantum dalam kolom KTP mereka&#8230;&#8221;<br />
kalimat ini yg saya anggap berlebihan, begitu berbahaya-nya kah kolom KTP itu?? apakah itu fakta atau paranoia?? silahkan jelaskan bukan dengan opini!</p>
<p>penyebab utamanya adalah <b>kerusuhan</b>, dan  orang dibantai berdasarkan KTP adalah friksi yg di-blow up berlebihan.</p>
<p>fakta di lapangan orang dibantai dgn memeriksa penis-nya&#8230;menurut Anda, perlu penyeragaman dalam hal ini???</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: anick</title>
		<link>http://anick.wordpress.com/2007/01/05/kolom-agama-essay-version/#comment-344</link>
		<dc:creator>anick</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 07 Jan 2007 13:49:13 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://anick.wordpress.com/2007/01/05/kolom-agama-essay-version/#comment-344</guid>
		<description>Passya...

&lt;i&gt;&quot;pada saat kerusuhan di Ambon, apakah yang tidak punya KTP lebih aman?&quot; &lt;/i&gt;

Ini pertanyaan ekstrem yang sebenarnya tak perlu dijawab. Analoginya, misalnya pada kasus poligami, Anda akan mengajukan hal yang sama: &quot;Apakah pada orang yang monogami, kita bisa menjamin tidak akan ada penindasan?&quot;  

Saya lebih nggak ngerti lagi dengan saran Anda. Pertama, apakah yang Anda maksud dengan istilah friksi? Apakah friksi adalah lawan kata dari penyebab utama? 

Lalu, apa pula yang Anda sebut sebagai penyebab utama? Bukankah selama ini kita berpolemik dan berdebat berbusa-busa juga dalam kerangka mendedah; mana penyebab utama, mana faktor kebetulan, mana koinsidensi; mana solusi yang lebih efektif, dana mana solusi yang hanya pantas menjadi &lt;i&gt;kembang lambe&lt;/i&gt;?

Apakah Anda pengen bilang bahwa kita sudah pernah sepakat pada pilihan masalah yang kita definisikan sebagai &lt;b&gt;penyebab utama&lt;/b&gt; itu?

Bukankah Anda sedang menggugat hiperbol dan kemudian menawarkan simplifikasi dan bahkan ketidakjelasan?

:)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Passya&#8230;</p>
<p><i>&#8220;pada saat kerusuhan di Ambon, apakah yang tidak punya KTP lebih aman?&#8221; </i></p>
<p>Ini pertanyaan ekstrem yang sebenarnya tak perlu dijawab. Analoginya, misalnya pada kasus poligami, Anda akan mengajukan hal yang sama: &#8220;Apakah pada orang yang monogami, kita bisa menjamin tidak akan ada penindasan?&#8221;  </p>
<p>Saya lebih nggak ngerti lagi dengan saran Anda. Pertama, apakah yang Anda maksud dengan istilah friksi? Apakah friksi adalah lawan kata dari penyebab utama? </p>
<p>Lalu, apa pula yang Anda sebut sebagai penyebab utama? Bukankah selama ini kita berpolemik dan berdebat berbusa-busa juga dalam kerangka mendedah; mana penyebab utama, mana faktor kebetulan, mana koinsidensi; mana solusi yang lebih efektif, dana mana solusi yang hanya pantas menjadi <i>kembang lambe</i>?</p>
<p>Apakah Anda pengen bilang bahwa kita sudah pernah sepakat pada pilihan masalah yang kita definisikan sebagai <b>penyebab utama</b> itu?</p>
<p>Bukankah Anda sedang menggugat hiperbol dan kemudian menawarkan simplifikasi dan bahkan ketidakjelasan?</p>
<p> <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: passya</title>
		<link>http://anick.wordpress.com/2007/01/05/kolom-agama-essay-version/#comment-342</link>
		<dc:creator>passya</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 07 Jan 2007 08:27:21 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://anick.wordpress.com/2007/01/05/kolom-agama-essay-version/#comment-342</guid>
		<description>&lt;blockquote&gt;Sebab, kita juga melihat adanya fakta dari korban lain: &lt;b&gt;mereka yang disiksa dan dibunuh berdasar agama yang tercantum dalam kolom KTP mereka&lt;/b&gt;. Kasus konflik di Ambon dan Poso menunjukkan fakta bahwa seseorang bisa saja terbunuh seketika hanya karena ia berada dalam waktu dan tempat yang salah. Beberapa kasus kerusuhan di Jakarta dan kota lain -yang entah oleh siapa bergeser menjadi kerusuhan etnis dan agama- juga mencatatkan fakta serupa.&lt;/blockquote&gt;
inilah yang saya katakan hiperbol...
kalau mau membantai orang beda agama anda pikir hanya berpatokan pada agama di KTP? berdasarkan argumentasi Anda, pada saat kerusuhan di Ambon, apakah yang tidak punya KTP lebih aman?
Saran saya, daripada kita sibuk utak-atik &#039;friksi-friksi&#039;-nya, lebih baik membasmi penyebab utamanya :  :)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p>Sebab, kita juga melihat adanya fakta dari korban lain: <b>mereka yang disiksa dan dibunuh berdasar agama yang tercantum dalam kolom KTP mereka</b>. Kasus konflik di Ambon dan Poso menunjukkan fakta bahwa seseorang bisa saja terbunuh seketika hanya karena ia berada dalam waktu dan tempat yang salah. Beberapa kasus kerusuhan di Jakarta dan kota lain -yang entah oleh siapa bergeser menjadi kerusuhan etnis dan agama- juga mencatatkan fakta serupa.</p></blockquote>
<p>inilah yang saya katakan hiperbol&#8230;<br />
kalau mau membantai orang beda agama anda pikir hanya berpatokan pada agama di KTP? berdasarkan argumentasi Anda, pada saat kerusuhan di Ambon, apakah yang tidak punya KTP lebih aman?<br />
Saran saya, daripada kita sibuk utak-atik &#8216;friksi-friksi&#8217;-nya, lebih baik membasmi penyebab utamanya :  <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
