Pertemuan konferensi internasional Tritunggal Mahakudus di Cianjur, Jawa Barat, batal. Kebebasan beribadah di beberapa tempat juga terganggu.
=================================
Lembah Karmel, kawasan perbukitan hijau di Kampung Babakan Hilir, Desa Cikanyere, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Jumat pekan lalu kembali dibekap senyap. Hanya dengung doa dan puji-pujian kepada yang Mahakuasa datang dari segelintir jemaat di Aula St. Paulus. Nama itu diambil dari sebuah tempat di Kirmil, Arabia Barat—dalam kamus geografi Arab Yaqut disebut sebagai sebuah punggung bukit pesisir di ujung selatan Asir, berbatasan dengan Yaman.
Suasana ini berbeda dengan Jumat pekan sebelumnya. Saat itu, ribuan orang dipimpin Chep Hernawan dari Gerakan Aksi Reformis Islam (Garis) Cianjur menggeruduk pusat wisata ziarah keagamaan kaum kristiani itu. Sempat terjadi aksi saling dorong antara aparat kepolisian yang mengamankan lokasi dan pengunjuk rasa.
Bentrokan terjadi hanya sesaat, Kapolres Cianjur AKBP Saiful Zahri langsung turun tangan meminta para pemimpin organisasi massa bernegosiasi. Massa akhirnya membubarkan diri menjelang azan asar. Mereka menuntut agar pengelola Karmel membatalkan konferensi internasional dan reuni komunitas Tritunggal Mahakudus yang sedianya akan dihadiri 2.500 orang dan digelar pada 24–29 Juli itu.
Setelah diadakan pertemuan antara para tokoh MUI, DPRD, dan ormas setempat dengan pengelola Karmel di Markas Polres Cianjur, konferensi itu dibatalkan. Padahal, panitia sudah mengantongi izin dari Markas Besar Kepolisian dan Menteri Dalam Negeri. ”Semua perizinan sudah diurus jauh-jauh hari, termasuk persyaratan administrasi peserta,” kata Humas Karmel Suster Lisa Martosudjito. Mereka tak mau ribut-ribut itu berlanjut. ”Jika tak terjadi kesepakatan pembatalan kegiatan itu, kemungkinan terjadi aksi anarki sangat besar,” kata Chep.
Ancaman itu memang bukan main-main. Pertengahan September dua tahun silam, di Kabupaten Cianjur terjadi aksi anarki. Dengan modal pekik takbir, massa memorak-porandakan puluhan rumah dan tempat ibadah warga Ahmadiyah di Kecamatan Cijati, Campaka, dan Cibeber. Warga Ahmadiyah terpaksa menyingkir dari tempat tinggal mereka. Polisi mencokok 100 orang dari lokasi kerusuhan, 12 di antaranya ditahan dan diadili. Di pengadilan terbukti bahwa mereka kebanyakan hanya ikut-ikutan. Motor penggeraknya? Tetap dibiarkan berkeliaran hingga peristiwa Karmel hampir terjadi seperti pada Ahmadiyah.
Ahmadiyah juga sering menjadi korban anarki. Di Tasikmalaya, Parung, Leuwisadeng, Jawa Barat, dan di Ketapang, Lombok, Nusa Tenggara Barat, permukiman dan rumah ibadah warga Ahmadiyah menjadi sasaran kemarahan. Bahkan di Lombok kini 137 orang Ahmadiyah terpaksa menjadi pengungsi di kampung sendiri.
’’Kami diserang saat sedang tadarus di malam Ramadan,” kata Sahidin, pengikut Ahmadiyah. Ini juga dipicu oleh fatwa MUI yang menyatakan Ahmadiyah bukan Islam. ’’Kalau MUI meminta kami membuat agama baru, bukan Islam, saya tidak mau,’’ ujar Sahidin. Sejak satu setengah tahun lalu ia tinggal di Asrama Transito.
Pelarangan serupa terjadi di Jakarta dan sekitarnya. Pekan lalu beberapa pengurus gereja mengadu ke Aliansi untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan. Penganut Kristen di Bojong Menteng, Bekasi Timur, dan Tanjung Priok, Jakarta Utara, dilarang berkumpul dan beribadah di rumah mereka. Alasannya pun berbeda-beda, tapi petunjuknya jelas: harus ada izin ibadah. Jika itu tidak dipenuhi, massa akan menyerang.
Begitu juga dengan komunitas Eden. Pemimpinnya, Lia Aminuddin, yang akan bebas pekan ini, sudah diancam akan diserang lagi jika masih mengadakan kegiatan ibadah di Jalan Mahoni, Jakarta Pusat.
Menurut Koordinator Aliansi, Anick H.T, pelarangan ibadah dan kegiatan rohani itu akibat pemerintah kurang melindungi warga yang berbeda agama dengan pemeluk agama mayoritas. ”Polisi juga takut jika berhadapan dengan kelompok yang memakai jubah atau beratribut ormas Islam,” ujarnya. Anick berharap penegak hukum melindungi semua warga tanpa membeda-bedakan agama dan kepercayaan mereka.
Ahmad Taufik: Deden A. Azis (Cianjur) dan Supriyantho Khafid (Lombok)
Sumber: Majalah Tempo Edisi. 23/XXXIIIIII/30 Juli – 05 Agustus 2007
Agustus 2, 2007 at 12:17 am
Masih saja selalu terjadi permusuhan hanya karena berbeda agama/keyakinan…duuuh kuno amat ya
Agustus 3, 2007 at 3:53 pm
kunjungan pertama neeh salam kenal aja
Agustus 13, 2007 at 2:25 pm
jadi tanda tanya besar : apakah kita sudah Merdeka ? sedelo maneh pitulasan, ah embuh mas mumet mikir ngono iku.
salam kenal lan nunut ngangsu mas… !
Agustus 21, 2007 at 4:57 pm
beginilah tinggal di negara yang mengaku sudah merdeka dari penjajah tapi sebenarnya belum bisa merdeka…. belum bisa merdeka atas sikap dan sifat sirik dengki…
Agustus 22, 2007 at 1:33 pm
Kacipta Tumaninah-na masyarakay cianjur mun teu aya Lembah Karmel
Agustus 26, 2007 at 1:15 pm
Lembah Karmel – Yang dulu damai dan indah – kini tinggal kenangan
Agustus 29, 2007 at 2:01 pm
Agama yang benar disisi Allah adalah islam…. wajar dong kalau warga cianjur yang islami bereaksi seperti itu dilembah apa itu namanya karmel. pada nama itu tidak ada dulunya, itukan cuma nama yang diberikan para misionaris sebagai propaganda agama. saya adalah warga cianjur, juga sangat prihatin dengan orang yang mengatasnamakan islam mengajarkan ajaran sesat untuk menghancurkan islam dgn cara mengadudomba umat islam seperti Ahmadiyah, Darul Arqam, Haur koneng dll.
September 2, 2007 at 8:57 am
Sebaliknya, saya kuatir sekali jika memang Islam adalah Agama yang benar, tapi perilaku yang ditampilkan seperti ini.
September 2, 2007 at 11:45 am
kayaknya setiap orang mesti belajar melihat dnegan mata batinya. Karmel adalah salah satu bentuk keragaman umat beragama. sebagai Ordo besar ia banyak memberikan sesuatu untuk banyak orang. lebih baik kita berbuat seperti apa yang dilakukan para penguni lembah karmel Rm Yohanes dan para susternya, dari pada hanya mengumbar kata-kata tanpa tindakan nyata. klo isu kristenisasi itu benar pasti lembah kermel udah ancur dari dulu. gw mau tanyaa sebagai saudara umat muslim, apakah muslim yang semacam ini disebut agama yang besar? kapan kamu mau berbuat sesuatu yang nyata untuk saudaramu. nabi jika tindakan kekerasan yang kalian lakukand di lembah karmel kalian benar. berarti sungguh benar bahwa nabi Mohamad memang datang kedunia dengan membawa pedang.
September 5, 2007 at 2:56 pm
Halah…cape bo ngurus2 yang begituan.
Klu gwe pikir2 seh,mending ga usah ngaku beragama sekalian.
Soale klu ditilik2 lagi, org yang paling ngaku saleh ato punya agama kadang kelakuannya malah sama kaya setan.
Yang waktu itu dateng rame2 ke Lembah Karmel trus ngelarang konferensi itu pasti konco2 nya setan.
Soalnya klo dia org beragama pasti yang dia acak2 adalah tempat2 prostitusi yang buanyaaaak banget di daerah cianjur sama praktek perdukunan yang berderet2 di daerah sukabumi.
saran gw sih mending di Ncep Hernawan dr GARIS itu kawin lagi aja biar ada mainan baru jd ga ngacak2 “rumah orang”.
Salam Damai.
September 6, 2007 at 5:06 pm
Aku bingung di Indonesia yang benar- benar orang ngaku beragama yang mana? Tuhan mengajarkan untuk saling mencintai, memberi berkah dan jangan suka mengadili orang.Urusan agama orang lain jangan dicampuri. lha wong ngurus dirinya sendiri dalam beragama saja nggak becus.HANYA MANUSIA YANG NGAKU SOK SUCI TAPI HATINYA IBLIS.Biarkan kuasa Tuhan ada pada orang yang BERIMAN, dan Tuhan akan menghukum manusia yang sirik dengan lidah- lidah api yang ditolak di lembah karmel dan akan beralih ke tempat keramaian yang menghanguskan harta benda manusia iblis.
September 12, 2007 at 9:28 pm
Aku jadi tambah malu dengan kejadian seperti ini. Mulai lunturkah semangat kebersamaan ,gotong royong,persaudaraan ,kebangsaan? Gara gara agama? Mendingan jadi atheis saja lah!
September 13, 2007 at 12:57 pm
Kayaknya emang ajaran islam itu penuh dengan kekerasan. Islam agama yg berseliweran dengan darah dan pedang. Nabinya aja sakit mental, mengawini anak kecil siti aisah umur 9 thn, alias pedopilia. wajar dong pengikutnya kesetanan.
September 21, 2007 at 12:59 pm
Maaf ya kawan-kawan, dari semua kejadian dan komentar yang ada. Saya lihat cuma ada 2 kelompok, kelompok yang cinta kedamaian dan kelompok yang sengaja mau ngerusak kedamaian. Mohon dimaklumi saja, bahwa dunia ini tidak ada yang sempurna, tapi sungguh senang mengetaui ternyata saya punya banyak teman di pihak saya walaupun kita berbeda keyakinan.
Oktober 19, 2007 at 12:37 pm
saya heran kenapa pemeluk islam paling mudah dipropokasi, sadar coy!!! kalo anda bilang pengikut allah dan berkata allah maha pencinta dan pengampun maka pengikutnya juga melakukan hal yang sama, tapi jika pengikutnya beringas mulu berarti dapat dipastikan yang disebut allh itu adalah Iblis and satan sadarkah saudara?!
Oktober 25, 2007 at 4:31 pm
FEBRUARI LALU ADALAH SEBUAH KEDATANGAN SAYA KE LEMBAH KARMEL. menurut saya tidak ada yg perlu ditakutkan pada lembah karmel karn disana tidak hanya yang beragama KHATOLIK tp agama lain pun turut ingin mengetahui bagaimana itu LEMBAH KARMEL…..
Oktober 31, 2007 at 12:42 pm
Agama itu sebenarnya adalah keturunan, buktinya :
Bagi anak yang orang tuanya beragama Islam, pasti anaknya Islam
Bagi anak yang orang tuanya beragama Katholik, pasti anaknya katholik.
Bagi anak yang orang tuanya beragama Protenstan, pasti anaknya protestan.
Bagi anak yang orang tuanya beragama Hindu, pasti anaknya Hindunya.
Jadi berbahagialah kamu yang dilahirkan sebagai penganut agama mayoritas, karena tidak akan diserang, dihalalkan darahnya. Dan bagi yang dilahirkan sebagai penganut agama minoritas saya mengucapkan salut atas ketabahanannya.
Agama apapun baik, Islam atau Kristen atau Hindu atau Budha tidak ada yang benar, tapi HANYA KEPERCAYAAN AKAN KEBENARAN. Yang benar itu GARAM itu asin, dibelahan dunia manapun percaya bahwa yang namanya garam itu asin. Sedangkan siapa yang pernah membuktikan surga itu gini atau neraka itu gini siapa ?? Itu kan katanya Al-Quran, katanya Injil, Weda, Tripitaka.
Allah yang Maha Kuasa dan segala Maha, tidak berbuat sewenang –wenang kepada Manusia, dengan membunuh, menyiksa meskipun didunia ini meskipun agama yang dianut salah,. Dimana sesungguhnya Dia memiliki Kuasa untuk melakukan itu. Yang malah ribut adalah manusia – manusia yang sok suci, sok benar , sok kuat dan merasa agamanya yang benar. Siapa yang tau bahwa Agamanya itu benar saya mau belajar, bukan berdasarkan keyakinan bahwa itu benar
November 2, 2007 at 11:31 pm
anarkisme harus diamankan ! aksi premanisme macam ini harus ditangani pihak yang berwajib, kalau polisi tidak mau melakukannya , maka untuk apa kita bergabung di NKRI ? saatnya memberi yang terbaik untuk ibu pertiwi ! Pengecut dan koruptor yang harus diserang bukan ummat yang mencari Tuhan , hak kita dijamin UUD 1945 , so jgn mau di bodohi
November 5, 2007 at 2:56 pm
duh please hari gini masih meributkan kebebasan orang untuk memeluk agama & kepercayaan?
selama yg dianut itu benar2 mengajarkan kebenaran hidup agar menjadi umatNya yg berkenan, kenapa musti punya pikiran picik, anarkis, benci, curiga & takut???
ingatlah & takutlah pada Yang Maha Esa bila mempunyai itikad2 tidak baik tersebut.
November 8, 2007 at 9:33 pm
Eh…salah ! Agama yang bawa pedang itu agama Yesus. Coba baca Bibel kamu :
Matius 10:34
“Jangan kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk membawa damai di atas bumi; Aku datang bukan untuk membawa damai, melainkan pedang.
November 9, 2007 at 3:04 pm
Lembah karmel yang indah jangan dirusak dong!meskipun aku blum pernah kesana, tapi aku yakin itu tempat terpilih. karna artinya ladang Tuhan Tul gak?lagipula aku punya keinginan untuk pergi kesana suatu hari nanti karna nama “karmel” sendiri begitu berarti untukku.buat kamu yang merasa bernama karmel,hubungi aku di hana_hamazaki@yahoo.com.
bukit karmel adalah tempat yang paling indah dalam angan & harapanku ^_^
November 28, 2007 at 8:50 am
Silmy wrote :Eh…salah ! Agama yang bawa pedang itu agama Yesus. Coba baca Bibel kamu :
Matius 10:34
“Jangan kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk membawa damai di atas bumi; Aku datang bukan untuk membawa damai, melainkan pedang.”
inilah jadinya kalau umat kalian hanya mengutip sebagian ayat saja tanpa pernah mengerti apa isinya secara keseluruhan, makanya kalo belajar alkitab ma pendeta neng bukan ustad, mereka kan hanya paham tentang Qur-an bukan alkitab, aneh…bisanya hanya berpikiran picik dan selalu mencari2 kesalahan..
kenapa tidak sempurnakan saja imanmu dan berhenti mengurusi iman orang lain? apalagi menghalangi orang lain beribadah, wong itu hak koq….
mungkin kalau begitu, kamu akan ketemu dengan kami pengikut Yesus di surga (jangan seneng dulu, kamu belum tentu masuk surga lho, kecuali kalau percaya Yesus, karena kan Yesus itu adalah jalan dan kebenaran dan hidup..)
Desember 4, 2007 at 11:54 pm
Mana ada kecap no 2???? ini masalah kebenaran koq
Desember 5, 2007 at 12:20 am
Mana ada kecap no 2???? ini masalah kebenaran koq, di lihat dari peristiwanya saja sudah jelas, siapa yg benar dan apa yang benar.Darah
siapa yang di halalkan dan di haramkan. Semua terlihat di sini dengan jelas. Nampaknya akan segera di ketahui, akhir zaman sudah dekat, nabi2 palsu sudah bermunculan, dan Kita semua sama2 sedang menunggu, yakni Isa. Nah siapkah kita? Dia yang akan mengadili!! Berbahagialah yang di aniaya dan di kejar2 untuk kebenaran dan keadilan, surga telah menantimu, surga yang benar2 surga, bukan surga yg dijanjikan kenikmatan duniawi berlipat. Maka kita akan bertemu,berbahagia dengan Tuhan Ibrahim, Tuhan Ishak, Tuhan Yakub…..Yang Maha Kasih. Isa yang artinya Juru Selamat pernah bersabda “Bapa ampunilah mereka karena mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat” Luar biasa…. kita doakan saja yang menghakimi kita, agar mereka di ampuni dosa2 nya….. amin
Desember 14, 2007 at 7:59 am
Semua agama sama, bagaimana dari cara pribadi kita masing2, Hanya YESUS lah juru mudi kita,
Hanya Yesus lah nahkoda kita, suatu saat pasti Kristen Katholik dan Kristen Protestan akan bersatu, tidak ada perpecahan, bahwa semuanya pengikut Yesus, GOD BLESS YOU AND JESUS LOVE YOU.
Desember 14, 2007 at 8:07 am
Saya selalu berdoa untuk SEMUA pengikut YESUS, selalu tetap tekun berdoa, karena pada saat ini SEMUA pengikut YESUS KRISTUS sedang di uji, Jadi janganlah pernah takut untuk menyangkal imanmu sampai akhir hidupmu, maju terus bersama Tuhan YESUS yang selalu menjaga kita selama-lamanya Amin, Thank You My Lord
Mei 14, 2008 at 12:07 am
Kristen itu agama yang sok mengusung perdamaian, tiap gambar dan slogan nggak pernah ketinggalan kata “damai”
Itu semua Bull Shitt!!!!!! Kristenlah yang sudah membantai saudara2 kami di poso, kristen lah yang sudah memenggal kepala saudara2 kami di ambon, kristen lah yang sudah memaksakan ajarannya dengan paksa dan berbagai cara kepada kami. Itukah yang disebut perdamaian? Mikir mas!!!
Oktober 7, 2008 at 12:18 am
Bt topan samudra.
Anda kayaknya mencerminkan orang yang dengki,egois..saya bisa menebak dari cara anda menulis commen. Apakah itu yang di ajarkan oleh agamamu. Sering saudara, kita mengangap kita yang paling benar, tetapi di luar sana banyak yang kita tidak mengerti. Kebenaran itu relatif. Dan satu-satunya kebenaran yang absolut itu datangnya dari Tuhan. Sudahkah anda merefleksikan diri anda, mengapa bangsa kita seperti ini? Mengapa harus ada perpecahan, orang beragama seperti kalian (penyerbu dengan organisasi yang mengatasnamakan agama, organisasi konyl yang mengundang perpecahan)tidak ada bedanya dan lebih bobrok dari orang Atheis. Kembalilah,pelajari dan laksanakan apa yang Tuhan sampaikan melalui Alkuran atau sejenisnya.
November 27, 2008 at 1:49 pm
dari komentar – komentar anda, saya rasa kalian sama aja gak ada bedanya dengan mereka yang menghujat karmel & agama Katolik.kapan bisa damai!!!!!!!!!!!!. dan tuk Chep Hernawan dari Gerakan Aksi Reformis Islam saya ingin bertanya kenapa anda benci dengan karmel /kristus??pernakah kalian bertanya dan duduk bareng dan saling diskusi?? FANATIK YANG GAK JELAS
November 27, 2008 at 2:02 pm
saudara – saudara Q yang dikasihi dalam YESUS jangan lah kalian turut berdosa menghujat /menghaqmi agama……… karna YESUS mengajarkan kita cita kasih……..dan untuk ribuan orang dipimpin Chep Hernawan dari Gerakan Aksi Reformis Islam pernakah anda mencari tahu apa itu katolik yang sebenarnya??????????(dari narasumber yang benar????????& pernakah anda berkunjung ke karmel dan duduk bersama dengan para biarawan & biarawati disana??????? JANGAN HANYA KATA PROFOKATOR YANG GAK JELAS)PINTU KARMEL TERBUKA TUK SIAPA SAJA YANG HATINYA PENUH CINTA & KASIH
November 27, 2008 at 2:05 pm
TUK Chep Hernawan TOLONG BALES PERTANYAAN SAYA / ANTEK – ANTEKNYA
Desember 13, 2008 at 10:44 am
Sedih aQ neliatnya? Berarti orang di Cikanyere bener-bener gag ngerti kata toleransi antar umat beragama ya? Ato jangan-jangan pelajaran kewarganegaraan yang selama ini didapat di seklah cuma sebagai syarat lulus ajah?! Kesian amat.. Mana nasionalis kalian bung?!
Desember 13, 2008 at 10:50 am
buat Topan Samudra..
semua agama mayor seperti itu.. Islam, KAtolik, Kristen, Hindhu, Budha.. semua orang saling memaksakan agama mereka karena menganggap agama yang mereka anut itu benar.. Gak cuma Kristen..
Kalo emang Topan ngerasa gitu, berarti kamu picik.. cUma mau melihat masalah dari satu sisi saja.. Huh
peduli amat ya sama yang namanya agama.. kalo mau tau ya, aQ kasih contoh, orang yang gag punya agama bisa jauh lebih bagus daripada yang beragama, contoh tuh negara China.. gag punya agama tapi rakyatnya gag banyak bejat. gag kaya negara-negara sekuler, yang notabene orangnya malah bejat!!
Mikir dikit napa sech..
Desember 13, 2008 at 10:55 am
FYI yah..
dimana-mana orang dengan SARA paling minor yang dikucilin, selalu aja..
bukan Kristen yang bullshit.. juga bukan Islam. tapi orang – orangnya.. bejat semua. sama ajah.. termasuk Topan tuh yang ngomong, kalo orang beragama gag gitu ngomongnya.. semua agama intinya sama kan, cari damai, jangan cari perang!!
Ngomong aja sama tembok kalo mau engkel-engkelan!!
Desember 15, 2008 at 3:27 pm
Salam Damai,
melihat comment2 yang di berikan,jangan mengobarkan peperangan yng tidak diinginkan .tdk ada salahnya kita masing2 reflkesikan diri sendiri dulu baru memberi comment,mengenai pelanggaran ataupun perijinan karena semuanya sudah jelas,akuilah dengan besar hati siapa yang salah dan siapa yang benar.semua agama adalah baik dan semuanya benar di mata Tuhan,cuma kita manusia yang salah mengaplikasikan.
untuk para pemuka agama di sekitar sana,TOLONG
lebih banyak lagi berdoa,melihat diri sendiri dan refleksikan perbuatan anda,serta bertobat,singkirkan rasa dengki,sirik dan apapun yang dapat merusak nilai nilai PANCASILA yg mengakibatkan nantinya timbul krisis ketidak percayaan.jangan nanti menyalahkan pihak pihak tertentu dengan bilang mengkaderisasi kan sebuah agama,karena kita semua di beri Tuhan akal budi yang dapat membedakan mana yang benar dan mana yang sebenarnya salah.memang sekarang ini kita hidup di dunia bs searogan
apapun dengan tindak dan tingkah laku kita,tapi berpikirlah untuk di akhir hayat nanti.kemana anda semua mau pergi ?? Surga atau Neraka??ingat bukan hanya berbuat sedekah atau amal yang menjamin anda masuk surga tetapi perbuatan KASIH&PENGAMPUNAN yang akan menjadi jaminan.
himbauan saya jangan lah sombong dan angkuh siapapun anda semua,terutama yang berani memprovokasi serta membodohi rakyat yang tidak tahu apa2.
buat para pembaca,hendaklah dengan arif dan bijaksana melihat inti permasalahannya dengan baik,baru memberi comment.
yang jelas semua agama adalah baik,tidak ada yang mengajarkan kekerasan seperti pengrusakkan.kasihan dengan mereka yang benar2 beragama di nodai oleh oknum oknum yang mengatasnamakan agama,entah pendekar sana atau pemuka agama,apalagi berbau SARA.
INGAT!!!
setiap orang diberi kebebasan beragama dan diatur di dalam undang undang dan pancasila,bagi mereka yang melakukan provokasi dan anarki jangan mengatasnamakan suatu agama KARENA MEREKA ADALAH PKI SEBENAR BENARNYA!!!
sekian comment saya.
God Bless U all
Juni 14, 2009 at 1:30 am
waduh…. komentarnya buanyak…. tp menurut saya intinya sama, masing-masing orang mencoba mendirikan benteng untuk melindungi pemikiran, dan ide-idenya, termasuk saya….
Saya percaya akan adanya kekuatan/penguasa besar yang kita sebut Tuhan (atau terserah kamu bagaimana menyebutNya), tapi saya tidak percaya kalau agama itu langsung diturunkan olehNya….
agama itu hanya buah pemikiran seorang individu yang tengah mencari jawaban akan permasalahan yang dialami, dia mencari kekuatan, atau panutan yang dipercaya dapat membantunya. Diakhir pencariannya, sampailah dia pada kesimpulan bahwa segala permasalahan dapat terselesaiakan dengan bantuan Tuhan. Karena pencarian adalah suatu proses yang sangat dipengaruhi kondisi si pencari, akhirnya deskripsi tentang Tuhan menjadi simpang siur, efeknya dapat dilihat lewat kebiasaan dan tata cara yang berkembang pada masing-masing agama.
karena agama merupakan buah pemikiran, yang sifatnya sangat relatif, maka tidak ada gunanya bila kita berdebat tentang agama mana yang paling baik? Sama halnya ketika seseorang ditanya tentang “warna apa yang paling baik dimuka bumi ini?”. Maka jawaban yang keluar akan beraneka ragam, tergantung subjektivitas penjawab.
daripada debat soal agama mending kita debat soal ambalat…. objeknya jelas dan mutlak, ambalat punya kita…..
Juni 26, 2009 at 8:17 pm
Agama adalah sarana kita untuk bisa berbuat baik kepada sesama dan lingkungan dan tempat memohon dan bersyukur atas apa yang akan kita capai dan yang telah kita dapatkan, jadi orang yang terhormat dimata Allah adalah orang yang berguna bagi sesama dan tidak merugikan orang lain dan lingkungan tanpa membedakan suku rasa agama dan golongan.
Juni 29, 2009 at 9:18 pm
Untuk Topan Samudra.
Sebagai teman seiman saya malu sama kamu. Jangan lihat kesalahan orang lain donk. Kalo mau ditelaah mengenai kesalahan, warga Islam justru yang banyak melakukan kesalahan.
Misalnya bom Bali, aksi2 terorisme, pembantaian terhadap saudara2 orang China pada Mei 1998 tanpa rasa kemanusiaan.
Tapi semua itu bukan agama yang salah. Tapi pelaku2 fanatik yang bertindak dengan emosi doang.
Juli 1, 2009 at 12:20 pm
saya percaya bahwa smua agama itu baik. Islam, kristen, katolik, hindu, dan buddha smuanya mengajarkan cinta kasih untuk sesamanya. Nggak ada kan yang mengajarkan kta buat perang antar agama? Masalah pokoknya adalah pengikut-Nya yang kadang terlalu fanatik membela agamanya. Ingat saja bahwa hanya Tuhan Allah yang selalu benar. Jangan kita main hakim sendiri karna Tuhan yang akan melakukan penghakiman pda saatnya nanti. Saat ini hendaklah kta menjaga kerukunan beragama dan menghormati setiap ibadah yang dilakukan pengikut”-Nya. Islam dan Katolik itu saudara, berbeda tapi tetap punya persamaan yaitu mengakui TUHAN ALLAH itu Maha Esa (monotheis).
Juli 17, 2009 at 10:29 pm
Utk Muhammad Faizal:
salut ma kamu…. kamu tau and sadar kalo yg namanya agama tuh gak salah. Memang yg salah selalu orang2 nya. Karena pada dasarnya semua agama mengajarkan kebaikan… TOP utk Faizal…
September 29, 2009 at 8:06 am
Manusia-manusia…..
Benar-benar memprihatinkan…..
Kapan “Sadar” akan Diri Sendiri?
Kapan sadar bahwa ” Hidup di Dunia hanya Sementara?”
Janganlah Takabur dgn merasa diri anda Kuat???
Sadarlah bahwa anda “Hanya” seonggok Tanah, yang akan kembali ke Tanah.
Jangan menuruti Egomu yg jelas2 Salah.
Anda tidak mengerti Apa2. Hanya tau kulitnya saja. Ingat!! waktu engkau dilahirkan ke dunia ini oleh ibumu, begitu keluar dari rahim ibumu engkau sudah “Menangis”…..Sadarkah engkau bahwa engkau itu Lemah tidak ada Apa2nya….
Janganlah merasa Kuat hanya dengan membawa massa. Yang kuat adalah Yang Kuasa, Pencipta Alam Semesta. “Sadarlah…” Saudaraku.
Hidupmu hanya “Sementara” dan engkau akan “Kembali ke Tanah”. Semua manusia yang ada di dunia, yg berkulit coklat,putih,hitam…..semua “Sama”, mahluk CiptaanNya. Jangan memandang Agama!! Pandanglah “Diri Sendiri” untuk Berbuat “BAIK” terhadap Sesama mahluk ciptaanNya, karena kita semua Sama…..yang akan kemblai kepadaNya….
November 30, 2009 at 6:55 am
sabar…sabar…saling menahan diri itu lebih baik.ok deh
November 30, 2009 at 6:58 am
yang merasa ingin dunia ini lebih baik mari kita mulai dari diri sendiri…kasih tulisan yang baik, komentar yang membangun.jgn saling menghujat.yg agamanya kristen pasti jg pnya sodara atw keluarga beragama islam.begitu juga sebaliknya.betul tidak?