<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
		>
<channel>
	<title>Komentar di: Tiga Tahun Matinya Pluralisme</title>
	<atom:link href="http://anick.wordpress.com/2008/07/12/tiga-tahun-matinya-pluralisme/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://anick.wordpress.com/2008/07/12/tiga-tahun-matinya-pluralisme/</link>
	<description>Go Blog Wasaiblog</description>
	<lastBuildDate>Fri, 25 Dec 2009 04:44:13 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>Oleh: sofwan.kalipaksi</title>
		<link>http://anick.wordpress.com/2008/07/12/tiga-tahun-matinya-pluralisme/#comment-44675</link>
		<dc:creator>sofwan.kalipaksi</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 22 Oct 2009 02:59:43 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://anick.wordpress.com/?p=154#comment-44675</guid>
		<description>Saya pikir sikap menjadi pluralis tak senaif yang dibayangkan MUI itu. Ia bisa menjadi jalan keluar bagi kebuntuan. Saya pernah mengalaminya. Baca pengalaman saya di sini:

http://kalipaksi.com/2007/08/20/dialog-pluralisme-di-angkasa-manokwari/

Semoga bermanfaat.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Saya pikir sikap menjadi pluralis tak senaif yang dibayangkan MUI itu. Ia bisa menjadi jalan keluar bagi kebuntuan. Saya pernah mengalaminya. Baca pengalaman saya di sini:</p>
<p><a href="http://kalipaksi.com/2007/08/20/dialog-pluralisme-di-angkasa-manokwari/" rel="nofollow">http://kalipaksi.com/2007/08/20/dialog-pluralisme-di-angkasa-manokwari/</a></p>
<p>Semoga bermanfaat.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: filiusman budi</title>
		<link>http://anick.wordpress.com/2008/07/12/tiga-tahun-matinya-pluralisme/#comment-37936</link>
		<dc:creator>filiusman budi</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 15 Nov 2008 06:48:06 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://anick.wordpress.com/?p=154#comment-37936</guid>
		<description>Trima kasih telah ada tulisan seperti ini,supaya orang-orang yang hanya mementingkan  pribadi dan golongan ini bisa sadar. tapi saya mau tanya juga &quot;Dimana letak MUI dalam undang-undang sehingga setiap fatwa yang mereka keluarkan seakan lebih tinggi dari aturan perundang-undangan...........???</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Trima kasih telah ada tulisan seperti ini,supaya orang-orang yang hanya mementingkan  pribadi dan golongan ini bisa sadar. tapi saya mau tanya juga &#8220;Dimana letak MUI dalam undang-undang sehingga setiap fatwa yang mereka keluarkan seakan lebih tinggi dari aturan perundang-undangan&#8230;&#8230;&#8230;..???</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Sumanto</title>
		<link>http://anick.wordpress.com/2008/07/12/tiga-tahun-matinya-pluralisme/#comment-37932</link>
		<dc:creator>Sumanto</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 13 Nov 2008 07:48:47 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://anick.wordpress.com/?p=154#comment-37932</guid>
		<description>Plurlisme memang akan mati bersamaan dengan matinya kapitalisme. karena tumbuhnya pluralisme disemai menggunakan kucuran dana semacam The Asia Foundatin, USAID dll. Sekarang, sang pemilik dana itu sedang kolaps. puluhan juta rakyatnyapun sudah jadi pangangguran. Jadi, pengusung paham pluralisme pun akan menjadi pengangguran juga bersamaan dengan bangkrutnya amerika.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Plurlisme memang akan mati bersamaan dengan matinya kapitalisme. karena tumbuhnya pluralisme disemai menggunakan kucuran dana semacam The Asia Foundatin, USAID dll. Sekarang, sang pemilik dana itu sedang kolaps. puluhan juta rakyatnyapun sudah jadi pangangguran. Jadi, pengusung paham pluralisme pun akan menjadi pengangguran juga bersamaan dengan bangkrutnya amerika.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: daud</title>
		<link>http://anick.wordpress.com/2008/07/12/tiga-tahun-matinya-pluralisme/#comment-36281</link>
		<dc:creator>daud</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 13 Oct 2008 14:35:46 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://anick.wordpress.com/?p=154#comment-36281</guid>
		<description>Koreksi pak: Yang menemui kelompok FPI saat itu adalah Suryopratomo selaku Pimred Kompas, bukan Jacob Oetama.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Koreksi pak: Yang menemui kelompok FPI saat itu adalah Suryopratomo selaku Pimred Kompas, bukan Jacob Oetama.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: wong kutho</title>
		<link>http://anick.wordpress.com/2008/07/12/tiga-tahun-matinya-pluralisme/#comment-30858</link>
		<dc:creator>wong kutho</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 31 Jul 2008 06:58:34 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://anick.wordpress.com/?p=154#comment-30858</guid>
		<description>tulisannya bagus banget.
apa memang plurarisme itu udah mati ya?
kayaknya selagi ada dunia ini sampai akhir dunia kelak, plurarisme itu kagak bakal mati tuh.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>tulisannya bagus banget.<br />
apa memang plurarisme itu udah mati ya?<br />
kayaknya selagi ada dunia ini sampai akhir dunia kelak, plurarisme itu kagak bakal mati tuh.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: wong ndeso</title>
		<link>http://anick.wordpress.com/2008/07/12/tiga-tahun-matinya-pluralisme/#comment-29409</link>
		<dc:creator>wong ndeso</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 16 Jul 2008 18:30:16 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://anick.wordpress.com/?p=154#comment-29409</guid>
		<description>wah mas anick ini memang hebat yah...refleksinya selalu mendalam. senang mampir kesini loh...

salam

&lt;a href=&quot;http://www.bisnis-review.com/&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;Wong Ndeso Bodho&lt;/a&gt;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>wah mas anick ini memang hebat yah&#8230;refleksinya selalu mendalam. senang mampir kesini loh&#8230;</p>
<p>salam</p>
<p><a href="http://www.bisnis-review.com/" rel="nofollow">Wong Ndeso Bodho</a></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: heruyaheru</title>
		<link>http://anick.wordpress.com/2008/07/12/tiga-tahun-matinya-pluralisme/#comment-29071</link>
		<dc:creator>heruyaheru</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 13 Jul 2008 01:37:49 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://anick.wordpress.com/?p=154#comment-29071</guid>
		<description>iya. negara akhirnya kalah sama orang fundamentalis. SBY sibuk mencari muka pada kalangan islamis...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>iya. negara akhirnya kalah sama orang fundamentalis. SBY sibuk mencari muka pada kalangan islamis&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
