- Bukalah semua warung di jalanan ketika aku berpuasa. Itu tak akan melunturkan sedikitpun puasaku.
- Jajarkan bidadari telanjang di depan sajadahku. Sedikitpun salatku takkan terganggu.
- Datangkan seribu nabi palsu ke kampungku. Kepercayaanku terhadap keagungan Muhammad tak kan pupus.
- Bikinlah sejuta arca untukku. Tuhanku tetap satu.
Agustus 21, 2008
Agustus 23, 2008 at 1:11 pm
Subhanallah saudaraku, Tulisanmu benar2 membuatku malu pada diriku sendiri, terutama pada point ke-2.
Agustus 28, 2008 at 8:45 pm
Tawarkan padaku sejuta dollar dihadapanku, aku akan pikir2 dahulu….
September 9, 2008 at 5:34 am
Jika para penyelenggara negara di republik ini mempunyai prinsip seperti cak Anick, maka tidak perlu ada KPK, Badan Kehormatan DPR, atau badan-badan yang lainnya.
Ketika kontrol dari dalam diri sendiri sudah begitu kuatnya, tidak perlu lagi kontrol dari luar.
Tetapi pada kenyataannya? hmm…… Jangankan rakyat kecil, anggota DPR, dan para penyelenggara negara terkapar oleh sedikit rupiah, dan seorang Artalyta Suryani.
Sungguh menyedihkan bangsaku.
September 12, 2008 at 7:28 am
kalo yang telanjang laki-laki?hehe…
September 14, 2008 at 9:28 am
Salam kenal mas…
Statement yg keren, coba ada lbh banyak yg buat ikrar begitu di Indo, jadi gak perlu ada ‘polisi2 agama’, karena ‘iman’ cm terdeteksi di hati yach..:-)
September 17, 2008 at 10:38 am
Itualah artinya “maut” dimana keadaan kita dah menyatu dengan Allah SWT, dan dihadapan kita hanyalah Dia dan cinta untuk Dia semata..dah tidak perduli lagi dengan hasrat duniawi karena dia sedang dahaga akan air mata rohani samawi
subhanallah..
Oktober 15, 2008 at 2:44 pm
puisinya bagus mas..salam kenal. puisi orang berimana memang harusnya sebagus ini: sepi dari metafora. kalau ada larangan membuat puisi porno, maka puisi ini barangkali akan terjaring, mas. puisinya vulgar sekali. setaforanya kasar. tapi bagus kok mas, bikin aja puisi banyak-banyak. biar semua orang tahu, bagaimana mestinya harus berimana. salam, faiz
November 13, 2008 at 3:02 pm
Kasihlah aku dolar dari The Asia Foundation!
Aku akan terus berjuang membela ahmadiyah, mengusung paham sekulerisme, pluralisme dan liberalisme.
Maret 7, 2009 at 12:28 am
puasaku…hanya menahan lapar dan dahaga diwaktu siang,bedug magrib berbunyi kolak,esteh,es cendol..bla4x semua masuk,skolatku.,takbirotul ikhrom semua urusan teringat..aku lalai ..jangankan bidadari telanjang,luna maya pake bh,pasti ereks ngeres…astagfirullah ampuni 100 x,aku tak bisa apa2 aku dholim aku durhaka