<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
		>
<channel>
	<title>Komentar di: Seandainya Saya Seorang Penghayat Kepercayaan</title>
	<atom:link href="http://anick.wordpress.com/2009/04/07/seandainya-saya-seorang-penghayat-kepercayaan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://anick.wordpress.com/2009/04/07/seandainya-saya-seorang-penghayat-kepercayaan/</link>
	<description>Go Blog Wasaiblog</description>
	<lastBuildDate>Fri, 25 Dec 2009 04:44:13 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>Oleh: Anggoro</title>
		<link>http://anick.wordpress.com/2009/04/07/seandainya-saya-seorang-penghayat-kepercayaan/#comment-44692</link>
		<dc:creator>Anggoro</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 12 Nov 2009 08:36:19 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://anick.wordpress.com/?p=235#comment-44692</guid>
		<description>Stlh sy meyimak buat apa slg di rbtkan smua manusia yg ada di dunia ini lahir atas cinta ksh ibu bpk kt yaitu 9 bln 10 hr melalui rahim ibu kt msg2 sy ykn smua agama menyakininya krn tdk ada kenyataan yg mlbihi dari perbuatan Tuhan tdk melihat ucap tp perbutan krn sbg penghayat mari hidup rukun dan prilaku yg baik tampa membedakan ras,agama dll sy ambil slh satu cotoh pandanglah diri orang lain sm dg diri kt msg hrs belajar sejarah diri ok salam kepercayaan rahayu</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Stlh sy meyimak buat apa slg di rbtkan smua manusia yg ada di dunia ini lahir atas cinta ksh ibu bpk kt yaitu 9 bln 10 hr melalui rahim ibu kt msg2 sy ykn smua agama menyakininya krn tdk ada kenyataan yg mlbihi dari perbuatan Tuhan tdk melihat ucap tp perbutan krn sbg penghayat mari hidup rukun dan prilaku yg baik tampa membedakan ras,agama dll sy ambil slh satu cotoh pandanglah diri orang lain sm dg diri kt msg hrs belajar sejarah diri ok salam kepercayaan rahayu</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: reni</title>
		<link>http://anick.wordpress.com/2009/04/07/seandainya-saya-seorang-penghayat-kepercayaan/#comment-44679</link>
		<dc:creator>reni</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 29 Oct 2009 06:19:41 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://anick.wordpress.com/?p=235#comment-44679</guid>
		<description>saya muslim yg sdg mnggapai ilmu2 keagamaan. mnrt sy, Allah SWT mncntai pengetahuan..</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>saya muslim yg sdg mnggapai ilmu2 keagamaan. mnrt sy, Allah SWT mncntai pengetahuan..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: aceng husni</title>
		<link>http://anick.wordpress.com/2009/04/07/seandainya-saya-seorang-penghayat-kepercayaan/#comment-44628</link>
		<dc:creator>aceng husni</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 11 Aug 2009 09:39:30 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://anick.wordpress.com/?p=235#comment-44628</guid>
		<description>Suatu hari, pada saat warga muslim minoritas di Cina terdiskriminasi (larangan shalat Jum&#039;at), salah seorang pelaku tindakan diskriminatif Indonesia (Fauzan Al-Anshori) berkata: &quot;Ini merupakan pelanggaran HAM terbesar, melanggar konvensi Jenewa karena menyangkut kebebasan melaksanakan keyakinan.&quot;

Saya setuju dengan dia. Namun, dia mengatakan soal kebebasan keyakinan pada saat ummat Islam menjadi kelompok minoritas. Pernahkah dia menyetakan ini pada saat Ahmadiyah tertindas? Tidak. Karena logika yang ia bangun adalah: padahal ummat Islam membiarkan keyakinan ateis mereka.

Jadi, pembebasan beragama dan berkeyakinan umat Islam di Cina sebagai balas jasa atas permisivitas umat Islam kepada Cina. Tidak universal sama sekali.

Pertanyaan saya kepada pak anick, seandainya mayoritas Indonesia adalah penghayat kepercayaan, akankah mereka terhindar dari tindakan diskriminatif? Semoga bisa. Amin.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Suatu hari, pada saat warga muslim minoritas di Cina terdiskriminasi (larangan shalat Jum&#8217;at), salah seorang pelaku tindakan diskriminatif Indonesia (Fauzan Al-Anshori) berkata: &#8220;Ini merupakan pelanggaran HAM terbesar, melanggar konvensi Jenewa karena menyangkut kebebasan melaksanakan keyakinan.&#8221;</p>
<p>Saya setuju dengan dia. Namun, dia mengatakan soal kebebasan keyakinan pada saat ummat Islam menjadi kelompok minoritas. Pernahkah dia menyetakan ini pada saat Ahmadiyah tertindas? Tidak. Karena logika yang ia bangun adalah: padahal ummat Islam membiarkan keyakinan ateis mereka.</p>
<p>Jadi, pembebasan beragama dan berkeyakinan umat Islam di Cina sebagai balas jasa atas permisivitas umat Islam kepada Cina. Tidak universal sama sekali.</p>
<p>Pertanyaan saya kepada pak anick, seandainya mayoritas Indonesia adalah penghayat kepercayaan, akankah mereka terhindar dari tindakan diskriminatif? Semoga bisa. Amin.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: retnolastani</title>
		<link>http://anick.wordpress.com/2009/04/07/seandainya-saya-seorang-penghayat-kepercayaan/#comment-44002</link>
		<dc:creator>retnolastani</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 30 Jun 2009 11:56:48 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://anick.wordpress.com/?p=235#comment-44002</guid>
		<description>Terima kasih ya Nick, atas kritik2 dan saran kepada kami para penghayat kepercayaan.
Komentar saya..... : 
Untunglah Anick bukan seorang penghayat kepercayaan. 

Untung juga walau saya seorang penghayat kepercayaan, tapi saya tetap bisa tidur nyenyak, karena bagi saya urusan identitas adalah urusan manusia dengan manusia, sangat berbeda dengan urusan saya dengan Tuhan.

Saya tetap bisa bersyukur kepada Tuhan walau masih ada manusia yang tidak menghargai kami. Dan terus berusaha dengan cara-cara yang inklusif untuk menyadarkan mereka.

Sekali lagi.... &quot;Untung Anick bukan seorang penghayat kepercayaan&quot;.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Terima kasih ya Nick, atas kritik2 dan saran kepada kami para penghayat kepercayaan.<br />
Komentar saya&#8230;.. :<br />
Untunglah Anick bukan seorang penghayat kepercayaan. </p>
<p>Untung juga walau saya seorang penghayat kepercayaan, tapi saya tetap bisa tidur nyenyak, karena bagi saya urusan identitas adalah urusan manusia dengan manusia, sangat berbeda dengan urusan saya dengan Tuhan.</p>
<p>Saya tetap bisa bersyukur kepada Tuhan walau masih ada manusia yang tidak menghargai kami. Dan terus berusaha dengan cara-cara yang inklusif untuk menyadarkan mereka.</p>
<p>Sekali lagi&#8230;. &#8220;Untung Anick bukan seorang penghayat kepercayaan&#8221;.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Investpanas</title>
		<link>http://anick.wordpress.com/2009/04/07/seandainya-saya-seorang-penghayat-kepercayaan/#comment-43346</link>
		<dc:creator>Investpanas</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 05 Jun 2009 18:35:59 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://anick.wordpress.com/?p=235#comment-43346</guid>
		<description>weewww, ada yang hangat ya , maaf bos met kenal ya thanks</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>weewww, ada yang hangat ya , maaf bos met kenal ya thanks</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Anick</title>
		<link>http://anick.wordpress.com/2009/04/07/seandainya-saya-seorang-penghayat-kepercayaan/#comment-43328</link>
		<dc:creator>Anick</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 13 May 2009 05:49:11 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://anick.wordpress.com/?p=235#comment-43328</guid>
		<description>@ Yani,

Mari kita diskusi. 

Pertama, apakah benar asumsi saya bahwa jika tulisan saya dilanjutkan, esensinya akan berujung seperti pernyataan Windy?

Setahu saya, pernyataan saya justru menghendaki tidak adanya diskriminasi, sementara pernyataan Windy justru berisi diskriminasi oleh orang atheis terhadap orang Islam.

Tulisan saya bersemangat anti peyeragaman, sementara pernyataan Windy adalah bentuk penyeragaman.

Tulisan saya bermaksud menghargai orang yang memiliki agama dan kepercayaan lain untuk dilindungi kepercayaannya, sementara pernyataan Windy adalah gambaran orang atheis yang tidak menghargai orang Islam dalam melaksanakan ajarannya.

Kedua, apakah orang atheis berperilaku seperti yang digambarkan oleh Windy? Saya nggak yakin. Atau, saya yakin tidak. Kalaupun benar ada orang atheis begiu, sayapun akan menganggap orang atheis tersebut tak bisa menghargai orang Islam. Artinya, kalaupun orang atheis itu adalah Windy, maka dia adalah orang atheis yang tidak menghargai orang Islam.

Coba lihat pernyataan akhir Windy: 
&quot;siapapun yang berbeda dengan saya adalah seperti setiap titik diskriminasi yang harus dihabisi, karena setiap titik diskriminasi terhadap individu harus dihapuskan dari negeri ini. Na akhirnya kan saya yang eksis, lainnya dah tak habisi…&quot;

Itu komentar yang mengerikan...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@ Yani,</p>
<p>Mari kita diskusi. </p>
<p>Pertama, apakah benar asumsi saya bahwa jika tulisan saya dilanjutkan, esensinya akan berujung seperti pernyataan Windy?</p>
<p>Setahu saya, pernyataan saya justru menghendaki tidak adanya diskriminasi, sementara pernyataan Windy justru berisi diskriminasi oleh orang atheis terhadap orang Islam.</p>
<p>Tulisan saya bersemangat anti peyeragaman, sementara pernyataan Windy adalah bentuk penyeragaman.</p>
<p>Tulisan saya bermaksud menghargai orang yang memiliki agama dan kepercayaan lain untuk dilindungi kepercayaannya, sementara pernyataan Windy adalah gambaran orang atheis yang tidak menghargai orang Islam dalam melaksanakan ajarannya.</p>
<p>Kedua, apakah orang atheis berperilaku seperti yang digambarkan oleh Windy? Saya nggak yakin. Atau, saya yakin tidak. Kalaupun benar ada orang atheis begiu, sayapun akan menganggap orang atheis tersebut tak bisa menghargai orang Islam. Artinya, kalaupun orang atheis itu adalah Windy, maka dia adalah orang atheis yang tidak menghargai orang Islam.</p>
<p>Coba lihat pernyataan akhir Windy:<br />
&#8220;siapapun yang berbeda dengan saya adalah seperti setiap titik diskriminasi yang harus dihabisi, karena setiap titik diskriminasi terhadap individu harus dihapuskan dari negeri ini. Na akhirnya kan saya yang eksis, lainnya dah tak habisi…&#8221;</p>
<p>Itu komentar yang mengerikan&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Yani</title>
		<link>http://anick.wordpress.com/2009/04/07/seandainya-saya-seorang-penghayat-kepercayaan/#comment-43327</link>
		<dc:creator>Yani</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 13 May 2009 05:00:31 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://anick.wordpress.com/?p=235#comment-43327</guid>
		<description>Kalo saya baca, Windy itu sekedar menulis kembali pernyataan Anick. Artinya, pernyataan Anick, bila dilanjutkan, esensinya, akan berakhir seperti Windy. Namun rupanya, pernyataan Windy membuat Anick berang, karena Anick merasa dibelokkan. Maka, Anick menjatuhkan vonis pada Windy, &quot;Windy, kamu adalah orang yang tidak menghargai orang lain&quot; Apa artinya? Itu artinya, Anick secara terselubung mengatakan bahwa, &quot;Windy, kamu beda dengan saya. Kamu orang yang tidak menghargai orang, sedangkan saya, Anick, adalah orang yang menghargai orang lain&quot; Wow merasa paling bijak di dunia ini rupanya?!... Hati-hati lho ya, para pembaca, terhadap orang-orang seperti Anick yang tidak bisa menghargai pendapat orang lain, yang merasa dirinya paling benar, yang merasa dirinya paling bijak, yang akan menjatuhkan vonis/ tuduhan pada orang-orang yang tidak sependapat dengannya...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Kalo saya baca, Windy itu sekedar menulis kembali pernyataan Anick. Artinya, pernyataan Anick, bila dilanjutkan, esensinya, akan berakhir seperti Windy. Namun rupanya, pernyataan Windy membuat Anick berang, karena Anick merasa dibelokkan. Maka, Anick menjatuhkan vonis pada Windy, &#8220;Windy, kamu adalah orang yang tidak menghargai orang lain&#8221; Apa artinya? Itu artinya, Anick secara terselubung mengatakan bahwa, &#8220;Windy, kamu beda dengan saya. Kamu orang yang tidak menghargai orang, sedangkan saya, Anick, adalah orang yang menghargai orang lain&#8221; Wow merasa paling bijak di dunia ini rupanya?!&#8230; Hati-hati lho ya, para pembaca, terhadap orang-orang seperti Anick yang tidak bisa menghargai pendapat orang lain, yang merasa dirinya paling benar, yang merasa dirinya paling bijak, yang akan menjatuhkan vonis/ tuduhan pada orang-orang yang tidak sependapat dengannya&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Anick</title>
		<link>http://anick.wordpress.com/2009/04/07/seandainya-saya-seorang-penghayat-kepercayaan/#comment-43306</link>
		<dc:creator>Anick</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 11 May 2009 20:25:49 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://anick.wordpress.com/?p=235#comment-43306</guid>
		<description>@ Windy

Artinya, kalaupun Anda atheis, muslimah, atau nasrani, Anda adalah orang yang tidak menghargai orang lain.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@ Windy</p>
<p>Artinya, kalaupun Anda atheis, muslimah, atau nasrani, Anda adalah orang yang tidak menghargai orang lain.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Aan</title>
		<link>http://anick.wordpress.com/2009/04/07/seandainya-saya-seorang-penghayat-kepercayaan/#comment-43260</link>
		<dc:creator>Aan</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 09 May 2009 10:53:42 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://anick.wordpress.com/?p=235#comment-43260</guid>
		<description>Iya ya, seandainya saya atheis, saya larang orang mengumandangkan azan karena membuat saya tidak akan bisa tidur nyenyak...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Iya ya, seandainya saya atheis, saya larang orang mengumandangkan azan karena membuat saya tidak akan bisa tidur nyenyak&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: windy</title>
		<link>http://anick.wordpress.com/2009/04/07/seandainya-saya-seorang-penghayat-kepercayaan/#comment-43258</link>
		<dc:creator>windy</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 09 May 2009 10:07:31 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://anick.wordpress.com/?p=235#comment-43258</guid>
		<description>Saya adalah muslim, NU, Jawa, Indonesia. Setiap titik diskriminasi terhadap individu harus dihapuskan dari negeri ini. Setiap diskriminasi dan perlakuan yang berbeda atas dasar identitas harus dianggap menyimpang dari fitrah Indonesia.
&quot;Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing dan untuk beribadat menurut agamanya dan kepercayaannya itu.&quot; 
Kalau &quot;dan&quot; boleh diganti dengan &quot;atau&quot;, maka aku juga minta &quot;agama atau kepercayaan atau atheisme&quot;. Maka, seandainya saya adalah seorang &quot;atheis&quot;: saya akan larang karyawan saya solat Jum&#039;at karena mengganggu kinerja dan menurunkan produktifitas perusahaan. Seandainya saya adalah seorang &quot;atheis&quot;: saya akan larang istri saya wudlu 5X sehari karena alasan pemborosan. Seandainya saya adalah seorang &quot;atheis&quot;: saya akan larang guru sekolah anak saya memimpin berdoa sebelum pelajaran karena kontaminasi terstruktur pada generasi penerus. Seandainya saya adalah seorang &quot;atheis&quot;: siapapun yang berbeda dengan saya adalah seperti setiap titik diskriminasi yang harus dihabisi, karena setiap titik diskriminasi terhadap individu harus dihapuskan dari negeri ini. Na akhirnya kan saya yang eksis, lainnya dah tak habisi...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Saya adalah muslim, NU, Jawa, Indonesia. Setiap titik diskriminasi terhadap individu harus dihapuskan dari negeri ini. Setiap diskriminasi dan perlakuan yang berbeda atas dasar identitas harus dianggap menyimpang dari fitrah Indonesia.<br />
&#8220;Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing dan untuk beribadat menurut agamanya dan kepercayaannya itu.&#8221;<br />
Kalau &#8220;dan&#8221; boleh diganti dengan &#8220;atau&#8221;, maka aku juga minta &#8220;agama atau kepercayaan atau atheisme&#8221;. Maka, seandainya saya adalah seorang &#8220;atheis&#8221;: saya akan larang karyawan saya solat Jum&#8217;at karena mengganggu kinerja dan menurunkan produktifitas perusahaan. Seandainya saya adalah seorang &#8220;atheis&#8221;: saya akan larang istri saya wudlu 5X sehari karena alasan pemborosan. Seandainya saya adalah seorang &#8220;atheis&#8221;: saya akan larang guru sekolah anak saya memimpin berdoa sebelum pelajaran karena kontaminasi terstruktur pada generasi penerus. Seandainya saya adalah seorang &#8220;atheis&#8221;: siapapun yang berbeda dengan saya adalah seperti setiap titik diskriminasi yang harus dihabisi, karena setiap titik diskriminasi terhadap individu harus dihapuskan dari negeri ini. Na akhirnya kan saya yang eksis, lainnya dah tak habisi&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
