IDW: IAIN Democracy Watch 

Latar Belakang

Sistem pemilu yang menjadi pilihan model suksesi pada lembaga kemahasiswaan IAIN Jakarta sejak tahun 1998 tampaknya masih cukup diterima di kalangan elite pengambil kebijakan dan wakil-wakil mahasiswa di DPMI (Dewan Perwakilan Mahasiswa Institut). Sistem kepartaian yang belakangan sempat dikaji ulang, mengingat ekses negatif yang ditimbulkannya, tidak juga diamandir.

Pertarungan kepentingan yang kental antar komponen –primordial maupun ideologis– memang bukan hal baru di Ciputat. Bisa dibilang, kalangan aktivis dan organisatoris di Ciputat berada di garda depan dalam memahami dan menghayati politik sebagai games, permainan. Namun tak urung sistem kepartaian yang “birokratis” –artinya konflik kepentingan yang sebelumnya hanya terjadi di ruang bawah tanah, pojok-pojok kontrakan, kini diverbalkan melalui sistem dan mekanisme yang formal, masih relatif baru dikenal di Ciputat. Tentu saja sistem ini menuntut keseriusan lebih jauh terhadap “penggarapan” wilayah politik mahasiswa. Bentuk permainan terbuka yang free and fairness, baik intern partai, antar partai, maupun antar partai dengan rezim penguasa dan panitia penyelenggara juga tak kalah penting. Hal terpenting dari semua adalah, bagaimana kesadaran politik terhadap kepentingan mahasiswa, diimplementasikan oleh seluruh mahasiswa itu sendiri. Tentu saja ini membutuhkan peran partisipatoris mahasiswa dalam mengawal free and fairness tersebut.

Dalam peta politik IAIN semacam itulah maka sebagai satu bentuk upaya kontrol sosial mahasiswa terhadap elit-elit yang berbicara atas nama mereka, diperlukan media dan perangkat yang cukup untuk memanifestasikan sense of interest di kalangan mahasiswa IAIN secara umum. idw lahir tahun 2000 dan sempat memantau proses pemilu sistem multipartai di IAIN. Di samping itu, selama tahun 2000-2001, idw turut berkiprah dalam pengawasan pengambilan kebijakan di tingkat rektorat maupun elit birokrasi mahasiswa. idw ini diharapkan menjadi starting point dan stimulus dari berbagai kalangan lain untuk berani mengambil sikap.

Kelembagaan

1. Lembaga ini bersifat independen dan terbuka bagi civitas akademika IAIN.
2. Lembaga ini bekerja dan melakukan kegiatan secara moral.
3. Lembaga ini terdiri dari relawan mahasiswa IAIN yang memiliki komitmen terhadap pemberdayaan politik mahasiswa dan demokratisasi.

Tujuan

1. Menstimulir tumbuhnya masyarakat mahasiswa IAIN yang memiliki kepedulian terhadap wilayah dan hak politiknya.
2. Menjadi wadah bagi penyaluran ide, gagasan, dan rumusan pemikiran penuju kampus yang demokratis.
3. Menjadi wadah bagi civitas akademika IAIN dalam melakukan pengawasan secara langsung terhadap proses-proses pengambilan kebijakan di tingkat mahasiswa maupun institut.