Kami hadir………………

Menyatakan diri bahwa ada masalah di kampus kita.Pertarungan bertahun-tahun antara rezim yang satu dengan yang lain. Pertarungan yang tak pernah usai. Pertarungan yang memunculkan tradisi politik kotor dan amoral.

Yaitu pertarungan atas dasar ideologi, atas dasar fanatisme sempit kelompok. Pertarungan atas dasar “minna waminkum”, “Kamu bukan kelompokku maka kamu musuhku”, “Kamu tidak sealiran maka kamu salah”, atau “karena kamu anggota kelompokku, meski kamu bodoh dan salah, tetap akan kupilih menjadi pemimpin umat”. 

Kami hadir………………

Menyatakan bahwa bukan saatnya lagi politik aliran menjadi agama. Bukan saatnya lagi menilai orang dari bungkusnya. Bukan saatnya memilih pemimpin berdasarkan kedekatan atau ikatan kekeluargaan. Sudah saatnya menjadi pemilih yang rasional. Sudah saatnya kedaulatan individu menjadi raja.  

Pamflet ini aku buat saat rame-ramenya pemilu kampus IAIN yang sarat pertarungan tak sehat antar-golongan dan kelompok aliran. Ada beberapa pamflet dan poster yang menyertainya, atas nama KaPaL (Komunitas Anti Politik Aliran)