17 Agustusan, seharian semua TV Indonesia dipenuhi hingar bingar berjudul Hari Kemerdekaan. Banyak feature dan dokumenter bagus-bagus muncul, dengan berbagai sudut pandang dan kaca mata, tidak seperti beberapa tahun lalu yang bertafsir tunggal ala Orde Baru.

Pembacaan teks proklamasi diputar berulang-ulang….

proklamasi.JPG

Aku baru sadar ada yang janggal, minimal belum aku pahami betul, dalam teks proklamasi itu; makna “dan-lain-lain” dalam “…pemindahan kekuasaan dan lain-lain…”

Iseng punya iseng, aku mengirimkan sandek (sms) kepada beberapa orang yang aku kenal. Sandek itu berbunyi:

“…Hal-hal yang mengenai pemindahan kekuasaan dan lain-lain…” [Maksude dan lain-lain opo yo?]

Tersembullah beberapa jawaban, yang serius maupun yang guyon:

1. Dan jatah aset nasionalisasi

2. Pemindahan senjata, bangunan, perusahaan2 Belanda, dsb, harus segera dinasionalisasi

3. ya.. termasuk janda2 muda dan tanah milik negara.. he

4. Termasuk awakmu iso dipindah2, ngono palingo yo, hehe. Nasib2 dadi rakyat.

5. Bertanya lewat sms trmasuk yang lain-lain..

6. ..istilahe ae ‘dan lain-lain’ ..poko’e slain kekuasaan.

7. Maksude: istana ttp nang jakarta opo pindah nang pecangaan, keamanan negara sido disehno TNI opo cukup Pramuka wae, dasar negoro nganggo poncosilo atawa poncosono, dan sy kira Mas Karno jg msh bingung milih wakilnya bung Hatta apa Hatta Rajasa.

8. Dan lain-lain maksude hal2 yg tidak berkaitan dengan kekuasaan.

9. Ya yang lain-lain yg berkaitan dg kekuasaan dan pemerintahan.

Lucu-lucu ye…