kata tanya itu seakan terhenti di tenggorokan
ketika sang hakim mengetuknya
kau tidak bersalah
bukan kau pelakunya

kata tanya itu seakan terjawab
bahwa ada sejumlah tanya lain
tentang siapa dan bagaimana
atas alasan apa dan tujuan yang mana

kata tanya itu terantuk batu
keras dan lara

kata tanya itu melanglang
mencari jawab
menunjuk para hidung

para hidung berlarian
mencari kerumunan
menumpuk rerimbunan alibi

kata tanya itu menuntut
harus ada yang ditunjuk
harus temukan jawab sang itu

kata tanya itu merangsek
melahirkan tanya berikutnya
kalau bukan dia, siapa?

kata tanya bersandar pada telunjuk
para sang hakim