Lagi-lagi manusia mencabut nyawa manusia. Di tengah keharuan perayaan Idul Adha, Saddam digantung–di Abad 21 ini, pilihan hukuman gantung adalah pilihan aneh bin ajaib. Di tengah kekhusukan umat Islam mengenang kisah lama Ibrahim yang diperintah membunuh anaknya, seorang anak manusia dianggap layak dicabut nyawanya oleh sebuah sistem yang sadis. Entah mengapa Idul Adha dipilih sebagai hari eksekusi Saddam.

Bukan Saddamnya sendiri yang perlu kita tangisi. Saddam patut dihukum karena kesalahan yang sama: bertanggung jawab atas pencabutan nyawa ratusan orang. Jelas itu kesalahan fatal dari seorang diktator. Jelas sadisme dan brutalitas Saddam tak bisa dibiarkan.

Namun, apakah jawabannya adalah hukuman mati?

“Menempatkan orang yang bersalah kepada kematian bukanlah jalan untuk membangun keadilan, dan masyarakat yang damai,” kata juru bicara Vatikan Frederico Lombardi.

Saya mengamini jubir Vatikan itu. Sudah saatnya hukuman mati dihapuskan di dunia ini. Tak ada yang boleh mencabut nyawa manusia selain pencipta nyawa itu sendiri.