Kekasih
aku tahu tak mudah mengarungi hidup
tak mudah menyiasati perih
menyingkirkan duri dan onak

aku tahu tak mudah melempar senyum
   sementara hati tersayat
tak mudah menahan tangis
   sementara darah mengucur
membungkam amarah
   sementara nanah membuncah

aku tahu tak mudah mengekang keinginan
   sementara asa di tangan terbelah
tak mudah membekap iri
   sementara etalase terpampang begitu sempurna
mengerangkeng tangan
   sementara ranum buah di depan mata

Kekasih
tapi hidup adalah proses
   bukan akhir
tapi hidup adalah rumus
   bukan hasil
tapi hidup adalah perjalanan
   bukan peristirahatan
tapi hidup adalah garis
   bukan titik

Kekasih
bukan aku benci darah
bukan pula nanah
atawa air mata

bukan aku benci akhir
bukan pula hasil
atawa titik

Kekasih
aku sadar sepenuhnya
darah dan air mata adalah juga proses
nanah dan titik adalah bagian hidup

aku hanya ingin
kita merangkulnya dengan senyum
kita menjalaninya dengan menepuk dada

Kekasih
kita bukan siapa-siapa
juga bukan apa-apa

tapi kita juga adalah cahaya
juga bagian penting kosmos

Kekasih
hidup ini indah
dan selalu indah

Kekasih
aku belajar dari Chuyia dari India
gadis 8 tahun yang menjadi janda dan diasingkan
bahkan sebelum ia sdar apa arti menjadi istri
gadis kecil yang menjadi korban kebiadaban
sesuatu bernama agama

Kekasih
aku belajar dari Chava dari El Salvador
lelaki kecil yang selalu berharap
tak berulang tahun ke-12
karena 12 berarti saat
di mana ia harus melangkah terseok ke sebuah truk
untuk menjadi tentara pembunuh sesama

aku belajar dari Marsinah dari Pasuruan
yang terus dan terus menganyam harap
meski nyawa meregang

Mereka hanya punya senyum
karena itu mereka hidup
dan merayakan kehidupan

Kekasih
mari kita tersenyum
karena senyum itu hidup