Ahmadiyah sudah menyimpang dari pokok-pokok ajaran Islam.

Siapa yang berhak merumuskan pokok-pokok ajaran Islam itu? Siapa yang punya wewenang menentukan Islam salah dan Islam benar? Apakah jumlah pengikut atau umat membuat satu kelompok mendapatkan anugrah legitimasi untuk merumuskan kebenaran? Bukankah mereka merumuskan pokok-pokok ajaran itu juga berdasarkan keyakinan dan kepercayaan mereka? Bukankah keyakinan yang sama sebangun juga dimiliki warga Ahmadiyah untuk merumuskan pokok-pokok ajarannya?

Jika FUI memuiliki rumusan tentang jalan yang lurus, apakah Ahmadiyah tidak berhak memiliki rumusan yang berbeda dengan itu?