Ahmadiyah sudah masuk ke perbedaan akidah, bukan fiqih lagi.

Dalam sejarah Islam, perbedaan yang ada tidak hanya menyangkut fiqih, tapi juga akidah. Perdebatan kaum asy’ari, maturidi, syiah, khawarij, dalam sejarahnya tidak hanya menyangkut cara salat, tapi juga menyangkut eksistensi Tuhan, eksistensi Alquran, eksistensi alam semesta, termasuk eksistensi kenabian. Perdebatan yang diangkat Alghazali, Ibnu Rusyd, Ibn Arabi, bukan hanya menyangkut hukum furu’iyah, tapi juga yang usuliyah.

Lalu kenapa perbedaan akidah dianggap tabu?