Saya kira, Anick HT membawa warna dan gaya tersendiri bagi genre baru puisi-esai. Sebagai seorang esais, caranya memberi konteks pada tulisannya—yang bertema agama-agama lokal Nusantara—benar-benar patut dipujikan. Di saat bersamaan, sebagai seorang penyair, Anick dengan cerdas mengacak-acak emosi dan pikiran pembacanya melalui metafor dan diksi-diksi yang kadang tak terduga. Saya benar-benar bisa merasakan bagaimana Anick berusaha mengatur kesetimbangan antara sisi puisi dan sisi esai dalam puisi-esainya. Tak diragukan lagi, Anick adalah penyair-esai yang ‘berbahaya’!

-— Fahd Djibran, pembaca sastra, co-founder inspirasi.co