Walau tak asing dengan susbtansi isinya, krn itu juga pergulatan perjuangan sy dg banyak tmn sejak 2006. Namun buku ini jelas secara “telanjang bulat” mengungkap betapa peradaban bangsa ini patut dipertanyakan, karena sudah “membunuh” rasa batin agama tuan rumah asli nusantara skaligus beberapa aliran yang “tiba2” disesatkan oleh segerombolan orang yang mendapat dukungan negara melalui pembiaran, difasilitasi atau bahkan negara melakukannya sendiri.

Merinding membayangkan jika saya pada posisi mereka,
Menangis membayangkan jika saya harus ketakutan & sepi harapan seperti mereka,

Jelas sudah kenapa kita harus menolak manifesto pemurnian agama,
Karena hanya akan melahirkan fasis keagamaan dalam wewenang negara.

Jelas sudah kenapa harus kita pertimbangkan orang serakah proyek tambang, karena agama suku selama ini berulang jd garda dpn hrs dihabiskan, karena mereka komunitas yang paling arif dalam urusan kelestarian alam.

Kuulang 5 sila, kucoba ingat baris-baris pasal konstitusi, kuingat tulisan Bhinneka Tunggal Ika diubah para korban menjadi “Bhinneka Tinggal Duka”, ataupun NKRI dipatok cuma harga mati…

Indonesia, jauh nian perjalanan mengembalikan peradabanmu…

~Nia Sjarifuddin, Aliansi Nasional Bhinneka Tunggal Ika