Menyampaikan gagasan dan kritik tajam melalui puisi seringkali jauh lebih efektif dan itulah tampaknya cara yang dipilih Anick HT, sang penulis buku kumpulan puisi esai Kuburlah Kami Hidup-Hidup.
Buku ini sarat dengan potret ketidakadilan, ketimpangan dan perilaku diskriminatif yang dilakukan negara dan kelompok mayoritas di negeri ini. Membacanya membuat kesadaran kemanusiaan kita terusik untuk mempertanyakan masih adakah gunanya negara, pemerintah dan agama di negeri yang sering disebut sebagai negara demokrasi ini? Hanya nurani terdalam yang mampu menjawabnya dengan benar seperti terbaca dalam rangkaian puisi indah karya Anick HT.

— Siti Musdah Mulia, Ketua Umum ICRP, Penerima Yap Thiam Hien Award